MAKASSAR, BKM — Ada yang berbeda dalam kegiatan operasi Zebra tahun 2020 ini. Biasanya operasi Zebra lebih menekankan pada pemberian sanksi tegas, terhadap pelanggar lalulintas.
Namun di tengah pandemi Covid-19 saat ini, operasi Zebra tahun ini lebih mengedepankan simpatik dan edukasi, bagi pengguna lalulintas yang melanggar. Hal itu disampaikan Direktur Lalulintas Polda Sulsel, Kombes Pol Frans Sentoe, dalam operasi Zebra tahun ini, Ditlantas Polda Sulsel lebih mengedepankan langkah dan tindakan persuasif atau tanpa sanksi tilang.
”Sekarang menyikapi situasi Covid-19, polanya kita ubah. Berupa persuasif dengan lebih memberikan edukasi kepada pengendara. Seperti memberikan contoh pemasangan sabuk pengaman yang benar,” tukas Kombes Pol Frans Sentoe, Minggu (1/11).
Kemudian, ketika ditemukan pelanggaran melawan arus, pelanggaran semacam itu tetap diberhentikan. Tapi diberhentikan tanpa diberikan penindakan preventif, melainkan lebih pada memberikan peringatan bahaya melawan arus.
”Hal itu juga dilakukan untuk meminimalisir adanya oknum-oknum yang memanfaatkan situasi atau momen seperti ini,” tutupnya. (mat)
Ditlantas Gelar Operasi Zebra Bebas Tilang
