MAKASSAR, BKM — Satu unit kapal baru kini melayani penyeberangan pelabuhan Bira, Bulukumba dan Pamatata, Selayar. Kapal jenis roll on/roll off (roro) itu dibuat oleh Kementerian Perhubungan untuk masyarakat Sulsel.
Peluncuran kapal ini dilakukan di kawasan PT Industri Kapal Indonesia (IKI) Makassar, Rabu (4/11). Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyabudi hadir, didampingi Gubernur Sulsel HM Nurdin Abdullah.
“Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mengucapkan terima kasih banyak kepada Kementerian Perhubungan Republik Indonesia yang begitu tahu betul apa yang menjadi kebutuhan kita di Sulsel,” ujar Nurdin.
Nurdin Abdullah menjelaskan, dari 24 kabupaten.kota di Sulsel, setidaknya ada 330 daerah kepulauan. Terbanyak di Kabupaten Kepulauan Selayar.
Terkhusus untuk dua pulau dan satu kabupaten di Sulsel, yakni Selayar, serta Danau Matano dan Danau Towuti di Luwu Timur, sudah dibuatkan kapal penyeberangan khusus dengan kapasitas yang berbeda dari Kementerian Perhubungan RI.
“Pemprov Sulsel menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Perhubungan dan PT IKI, karena tepat hari ini kita sama-sama meluncurkan kapal roro untuk masyarakat Kepulauan Selayar dengan kapasitas 500 GT,” jelasnya.
Mewakili seluruh masyarakat Sulsel, khususnya Kabupaten Selayar, Nurdin Abdullah mengucap syukur dengan adanya kapal ini. Pasalnya, kapal ini akan mempermudah pemilik kendaraan, baik roda dua maupun roda empat untuk menyeberangkan kendaraannya dari Selayar-Bira maupun Bira-Selayar.
“Dengan kehadiran kapal roro ini, dapat memenuhi kebutuhan masyarakat Sulawesi Selatan, baik dari Selayar ke Bira dan sebaliknya,” imbuhnya.
Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Republik Indonesia Budi Setiyabudi, menegaskan bahwa harus dilakukan penerapan normalisasi kendaraan kelebihan muatan khusus di Sulsel.
“Gubernur Sulsel Bapak Nurdin Abdullah sudah bersama kami. Artinya beliau juga mendukung untuk semuanya. Termasuk untuk beberapa gubernur sudah mendukung normalisasi kendaraan yang kelebihan muatan, dan khusus untuk Sulawesi Selatan. Saya mengamati Sulawesi Selatan paling banyak (kendaraan yang kelebihan muatan),” ungkapnya.
Khusus untuk perusahaan swasta, Dirjen Perhubungan Darat RI menyampaikan terima kasih secara khusus atas kesediaannya mendukung kegiatan ini. “Kami terima kasih kepada perusahaan yang telah bersedia untuk memberikan truk semennya yang sudah mengikuti penerapan,” jelasnya.
Selain itu, Budi Setiyabudi menegaskan, bukan hanya denda tilang kendaraan bagi yang kelebihan muatan, tapi juga akan dilakukan pemindahan muatan. “Jembatan penimbangan kita sudah menerapkan bukan hanya tilang, tapi juga transfer muatan,” tutupnya. (nug)
Bertambah Satu Kapal Layani Penyeberangan Bira-Selayar
