Site icon Berita Kota Makassar

Swab Massal Sasar Sopir Petepete

MAKASSAR, BKM — Tes usap alias swab test serta edukasi protokol kesehatan terus digencarkan di Kota Makassar. Kali ini, kegiatan tersebut menyasar sopir angkutan umum atau petepete. Sebelumnya, swab massal sudah dilakukan di 15 kecamatan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar Agus Djaja Said, mengatakan pemeriksaan swab massal bertujuan memutus mata rantai penyebaran covid-19. Potensi penularan virus corona di transpotasi umum perlu diwaspadai.
”Terlebih transportasi publik ini sudah mulai beroperasi. Selain itu, banyak masyarakat yang masih menggunakan jasa angkutan petepete di tengah pandemi,” ujarnya, kemarin.
Dia menambahkan, perencanaan swab massal untuk sopir petepete masih dalam tahapan persiapan. Pihaknya belum menentukan jadwal lantaran ia masih harus berkoordinasi dengan Satuan Tugas Covid-19 dan Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Makassar.
Kota Makassar saat ini tidak lagi menyandang status zona merah penyebaran covid-19. Kini turun satu tingkat ke zona oranye.
Sementara itu, Penjabat Wali Kota Rudy Djamaluddin menilai, Makassar bisa keluar dari zona merah berkat kepatuhan masyarakat selama operasi yustisi protokol kesehatan yang berjalan selama kurang lebih sebulan.
Selain itu, Pemkot Makassar secara massif melakukan swab massal di seluruh kecamatan sehingga jika ada yang positif, pihaknya bergerak cepat melakukan tracing, serta meminta warga yang reaktif untuk isolasi.
Ia menambahkan, yang paling penting adalah edukasi protokol kesehatan tetap bisa berjalan. Sehingga potensi penyebaran virus bisa ditekan hingga benar-benar hilang dari Kota Makassar.

Harusnya Sudah Lama

DPRD Kota Makassar mendukung rencana swab massal untuk mencegah penularan virus corona yang memang rentan di transportasi massal. Bahkan, menurut anggota Komisi D DPRD Makassar Yeni Rahman, sejak awal seharusnya pemkot mengambil langkah tersebut. Terlebih kasus penyebaran covid-19 masih terus berlangsung.
“Kalau saya memandang memang perlu dilakukan swab massal. Bahkan seharusnya sudah dilaksanakan jauh-jauh hari sebelumnya, supaya pemerintah tak terkesan tidak responsif. Apalagi banyak masyarakat kita yang menggunakan transportasi massal, sementara penularan virus corona memang rentan di area tersebut,” terang Yeni Rahman, Rabu (4/11).
Legislator Fraksi PKS Makassar ini melanjutkan, penularan virus ini tidak hanya terjadi di transportasi umum. Tetapi bisa juga di rumah sakit, bandara, serta pusat-pusat keramaian dan destinasi wisata. “Kita maunya jangan hanya kendaraan petepete. Kalau perlu semua tempat keramaian. Karena kita ingin secepatnya Makassar ini terbebas dari covid dan masyarakat bisa beraktivitas dengan aman seperti biasa,” jelasnya.
Hal senada disampaikan anggota komisi D lainnya Budi Hastuti. Kata dia, pemkot sudah seharusnya melakukan antisipasi penyebaran virus corona di transportasi umum. Sebab mereka yang menggunakan transportasi umum tidak mudah terdekteksi terjangkit virus corona.
“Memang perlu itu. Pemerintah harus mengambil langkah antisipasi dan harus menanganinya. Karena kita tidak tahu yang gunakan tasnportasi umum ini positif atau tidak. Jangan sampai dia menulari penumpang lain,” tandasnya. (rhm-ita)

Exit mobile version