MAKASSAR, BKM — Belasan pemuda yang diduga kuat hendak melakukan tawuran di Jalan Barukang, digiring ke ruang unit Reskrim Polres Pelabuhan Makassar. Mereka diamankan untuk dimintai keterangan lantaran mereka diketahui bukan warga setempat yang sedang berada di lokasi.
Kuat dugaan petugas kepolisian, jika mereka di antaranya merupakan warga dari luar, setelah satu persatu dimintai keterangannya menyebutkan domisilinya. Dan ternyata betul saja, pemuda itu dari luar yang diduga merupakan tenaga bantuan untuk tawuran.
Kasat Sabhara Polres Pelabuhan Makassar, Iptu Asfada, mengungkapkan, ke-14 orang pemuda yang diamankan tersebut diduga hendak melakukan tawuran pada Sabtu (7/11). Itu diketahui setelah sebelumnya mereka dimintai keterangannya saat proses penangkapan berlangsung.
”Ketika kami mendapat informasi dari Polsek Ujung Tanah bahwa di wilayahnya tengah berkumpul belasan pemuda diduga hendak tawuran, dengan sigap kami turun ke lokasi melakukan penyisiran. Setiba di lokasi, mereka yang tengah berkumpul langsung pada kabur dan kebingungan saat berusaha kabur. Nah, diketahui gelagatnya bahwa mereka bukan warga setempat. Karena tak tahu arah jalan. Mereka pun kami sergap,” terang Iptu Asfada, Minggu (8/11).
Saat mereka yang diamankan dari hasil penyisiran, sebelum diangkut mereka diinterogasi tempat tinggalnya. Bahkan dimintai identitasnya. Namun mereka banyak alasan.
”Banyak alasan saat ditanya. Ujung-ujungnya mereka ngaku kalau bukan warga di lokasi. Kedatangannya juga diduga kuat merupakan bantuan dari kelompok warga. Selain mengamankan 14 orang ini, turut juga diamankan barang bukti berupa panah (busur) lengkap dengan alat pelontarnya,” kata Iptu Asfada.
Kasat menambahkan, sebelumnya juga pihaknya turun ke lokasi saat kedua kelompok pemuda antara pemuda Jalan Bolu dan Jalan Sabutung terlibat bentrok. Kedua kelompok saat pihaknya bersama personel turun ke lokasi mendapat penyerangan oleh kedua kelompok tersebut.
”Kami sebelumnya turun ke lokasi saat kedua kelompok terlibat bentrok. Dan mereka kedua kelompok malah menyerang kami. Namun kami tidak terpancing dengan mereka. Kami tetap melakukan upaya persuasif dengan melibatkan tokoh masyarakat setempat. Bahkan sudah ada kesepakatan damai. Nah, entah diduga ada penyusup hingga mereka nyaris lagi bentrok. Beruntung kami dengan cepat melakukan penyisiran hingga belasan pemuda yang sedang berkumpul tersebut diamankan setelah sebelumnya kejar-kejaran,” pungkasnya. (ish/b)
Belasan Pemuda di Barukang Disergap Polisi
