GOWA, BKM — Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Gowa menggelar sosialisasi penyaluran pupuk bersubsidi dan kartu tani di Kecamatan Bontonompo dan Bontonompo Selatan.
Upaya ini dilakukan untuk menghindari berbagai kesalahan-kesalahan teknis yang terjadi di lapangan terkait dengan penggunaan pupuk bersubsidi yang telah dan yang akan diterima para petani di Gowa.
Pj Sekretaris Kabupaten Gowa, Kamsinah, mengatakan, mengingat banyaknya kelompok tani yang berteriak kekurangan pupuk, padahal sebenarnya bukan kekurangan pupuk. Hanya teknik pemakaian pupuknya yang kurang tepat atau tidak sesuai dengan aturan.
”Jadi petani kita itu masih menggunakan teknik pemakaian pupuk cara lama. Dulu pemakaian pupuk untuk satu hektare lahan menggunakan pupuk sebanyak 8 zak. Tapi sekarang untuk lahan satu hektare cukup 6 zak. Itu penyebab para petani kita merasa kurang, karena pemakaiannya tidak sesuai aturan,” kata Kamsinah di sela sosialisasi di aula kantor Kecamatan Bontonompo, Senin (9/11).
Ia juga menambahkan, kegiatan sosialisasi ini akan dilaksanakan di 18 kecamatan. Sehingga ia berharap, dengan adanya sosialisasi ini masyarakat khususnya petani dapat memahami dan tidak resah lagi akan kekurangan pupuk.
Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Gowa, Sugeng Priyanto, menjelaskan, kegiatan ini dilaksanakan untuk menambah pemahaman terhadap salah satu kebutuhan masyarakat. Khususnya masyarakat tani terkait pupuk bersubsidi.
”Pupuk bersubsidi ini adalah barang yang terbatas, kemudian dibatasi oleh negara. Sehingga peredarannya itu diatur oleh Peraturan Menteri Pertanian Nomor 1 tahun 2020,” jelasnya.
Diketahui, selama ini kira-kira sudah tiga kali terjadinya evolusi terkait dengan regulasi pupuk bersubsidi. Pupuk tersebut sebelumnya bisa diakses melalui Rencana Defenitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) manual. Sekarang ini sementara berjalan bukan lagi dengan RDKK fisik, tapi melalui RDKK elektronik.
”Dengan melihat situasi ke depan yang sudah dipastikan akan mengalami perubahan. Olehnya itu, bupati Gowa meminta agar ini bisa disosialisasikan ke seluruh petani, agar para petani dan masyarakat tidak kebingungan dengan adanya perubahan regulasi yang akan datang,” terang Sugeng.
Dikatakan Sugeng, pelaksanaan sosialisasi penyaluran pupuk bersubsidi dan kartu tani pertama kali dilaksanakan di Kecamatan Biringbulu, Sabtu pekan kemarin. (sar)
