Site icon Berita Kota Makassar

KPU Kesulitan, Pemilih di Luar Negeri TMS

MAKASSAR, BKM — Warga Makassar yang berada di luar negeri dan tercatat memiliki hak pilih di pemilihan wali kota mendatang, harus rela untuk tidak mendapatkan haknya. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Makassar telah memasukkan mereka dalam kategori tidak memenuhi syarat (TMS).
KPU Makassar mengaku kesulitan saat proses pencocokan dan penelitian (coklit) untuk menetapkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) bagi warga yang berada di luar negeri.
Komisioner KPU Makassar Romy Herminto, menyebut saat ini pihaknya telah menetapkan sebanyak 901.087 orang DPT yang berada di 15 kecamatan dan 153 kelurahan, diluar dari jumlah Daftar Pemilih Tambahan (DPTb).
“Ada beberapa kendala yang dialami petugas KPU Makassar yang tidak bisa menemui mereka saat proses pencocokan dan penelitian DPT. Salah satunya itu, pemilih yang masuk DPT tapi berada di luar negeri, atau DPT memiliki KTP Makassar namun berada di luar daerah atau pulang kampung. Itu membuat petugas kami kesulitan,” terang Romy, Rabu (11/11).
Walau begitu, lanjut Romy, KPU Makassar dengan keterbatasan tersebut tetap mewadahi jika pemilih datang di TPS yang disiapkan. Namun jika pemilih Makassar berada di luar negeri, maka pihaknya menjadikan pemilih tersebut dalam kategori TMS.
“Kan datanya ini dari Kemendagri yang disesuaikan lagi di Dukcapil. Kalau orang sedang di luar negeri, kita masukkan kategori TMS karena tidak ada orangnya. Kita tidak berani TMS-kan kalau ada orangnya datang ke TPS yang disediakan. Faktanya tidak ada orangnya. DPT yang ada saat ini ini tidak akan berubah lagi ke depannya,” tandasnya.

Kapolrestabes Bertemu None

Terpisah, pasangan calon wali kota dan wakil wali kota nomor urut empat Irman Yasin Limpo-Andi Zunnun Armin Halid (Imun) mengaku tidak terpengaruh dengan dinamika politik yang semakin meninggi.
Irman Yasin Limpo alias None mengakui, dinamika politik jelang pilwali Makassar sangat tinggi. Tetapi, dirinya bersama Andi Zunnun serta seluruh tim dan relawan akan tetap mengedepankan demokrasi waras.
“Kami mengimbau seluruh warga Kota Makassar untuk bersama-sama pihak kepolisian menciptakan demokrasi waras dan damai, untuk kesejahteraan masyarakat,” ujar None usai menerima kunjungan Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Witnu Urip Laksana.
Witnu juga mengaku sangat lega karena kedatangannya bersama tim disambut dengan hangat. Witnu yang baru menjabat kapolrestabes selama dua minggu ini mengatakan, pihaknya dihadapkan pada tantangan tugas yang lumayan berat karena bertepatan dengan pelaksaan pilwali Makassar.
“Sudah menjadi kewajiban kami untuk mengawal dan menjamin keamanan semua pasangan calon,” katanya.
Witnu berharap, pasangan Irman-Zunnun dan seluruh gerbong pendukungnya, bisa bersama-sama kepolisian tetap mendinginkan suhu politik. Apalagi berdasarkan analisa kepolisian, Makassar termasuk kategori rawan.
“Wajib untuk kami mengimbau langsung seluruh paslon dan tim. Mudah-mudahan kita semua bisa terus mendinginkan suasana, sehingga pilkada aman, kondusif, dan demokratis bisa terwujud,” harapnya. (ita-rhm)

Exit mobile version