TAKALAR, BKM — Ketua DPRD dan sejumlah Alat Kelengkapan Dewan (ADK) lainnya kembali menelan kekecewaan. Pasalnya, Bupati Takalar, H Syamsari Kitta kembali tidak menghadiri rapat mediasi yang digelar Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel.
Padahal, rapat tersebut dalam rangka mempertemukan DPRD dengan bupati Takalar untuk membahas konflik kedua kubu yang tak kunjung membaik.
”Sangat disayangkan bupati tidak mau menghadiri agenda pertemuan yang digagas Pemprov. Padahal, momennya sudah sangat tepat. Pertemuan di Pemprov ini adalah untuk membahas agenda APBD pokok 2021 yang sudah mepet waktunya,” kata Ketua DPRD Takalar, Muhammad Darwis Sijaya, Kamis (12/11).
Ketua DPRD Takalar menambahkan, dengan ketidakhadiran bupati Takalar di rapat tersebut menjadi sinyal kalau bupati sudah tidak mau lagi berkomunikasi baik dengan pihak legislatif.
”Bupati sudah tidak mau lagi berkomunikasi. Padahal, muara dari pertemuan itu adalah membahas agenda kepentingan rakyat Takalar di tahun mendatang,” tandas Muhammad Darwis Sijaya.
Hal senada diutarakan salah seorang anggota DPRD Takalar dari Fraksi Bintang Kebangkitan Persatuan, Johan Nojeng. Menurutnya, bupati Takalar seharusnya hadir dalam rapat tersebut. Sehingga konflik serta perseteruan yang telah berlangsung selama kurang lebih tiga bulan dapat diselesaikan.
”Andaikan bupati hadir, semua permasalahan dapat terselesaikan. Saya juga kecewa dengan ketidakhadiran bupati Takalar,” ucap Johan Nojeng seraya berlalu.
Dari pihak eksekutif yang hadir dalam rapat yang digelar Pemprov melalui Asisten 1 Bidang Otoda, masing-masing Sekwan, H Abbas Tola dan Sekda Takalar, H Arsyad Taba. Sedangkan dari DPRD dua pimpinan dan sejumlah ketua komisi DPRD Takalar. (ira/b)
Dimediasi Pemprov, Bupati Juga Tak Hadiri Pertemuan
