MAKASSAR, BKM–Pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Makassar nomor urut satu Mohammad Ramdhan Pomanto – Fatmawati Rusdi (Danny – Fatma) angkat bicara terkait maraknya aksi kekerasan yang menimpa kubu Adama belakangan ini.
“Kesatria itu bertarung gagasan, bukan saling serang, saling tuding, dan saling fitnah. Jangan teror masyarakat dengan aksi kekerasan, karena pilkada adalah ajang memberi solutif bukan adu otot,”ujar juru bicara Danny – Fatma, Indira Mulyasari Paramastuti, Kamis (12/11)
Politisi Partai Nasdem tersebut mengaku heran pada saat melesatnya survei elektoral Adama yang mengungguli tiga rival lainnya, bersamaan itu juga banyak gerakan yang tidak terpuji terjadi di lapangan yakni pengrusakan fasilitas Adama terus terjadi.
“Ambulance dirusak, APK diturunkan paksa, posko pemenangan dibakar, mungkin ada yang kepanikan, kalau panik sebaiknya anda terapi, atau jangan-jangan ada yang takut berpilkada. Sekali lagi janganlah kita mempertontonkan anarkisme,” ujarnya.
Sementara Ketua OKK Partai Nasdem, Icshan Abduh menawarkan untuk bertarung gagasan, ide atau program. “Itu lebih baik, daripada kegadugan itu sendiri, mari kita ciptakan pesta demokrasi yang berwibawa, jujur adil dan kondusif,” terangnya.
Icshan mengatakan, harapan dari paslon Adama tentunya pilkada berjalan aman dan damai.
Agar masyarakat dapat melihat calon pemimpinnya benar-benar layak memimpin Makassar dengan segala visi-misinya yang memang berpihak untuk masyarakat 5 tahun ke depan.
“Bisa membangun Makassar lebih baik, bangkit dari ketertinggalan, membenahi Makassar dan keluar dari krisis pandemi dan ekonomi,” kunci Icsan. (jun/rif)
