MAKASSAR, BKM — Hujan mulai mengguyur Kota Makassar. Tak lama lagi musim berganti. Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah memperingatkan adanya potensi bencana di musim penghujan mendatang.
Menyusul kerawanan itu, Minggu (15/11), Gubernur Sulawesi Selatan HM Nurdin Abdullah mengecek langsung kesiapan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dalam menghadapi cuaca ekstrem. Untuk langkah antisipasi ini, BPBD menggandeng TNI-Polri serta Basarnas.
“TNI-Polri, Basarnas dan BPBD dilibatkan dalam rangka menghadapi cuaca ekstrem. Pengecekan kita lakukan untuk itu. Saya kira ini penting sekali untuk memberikan kepastian kepada masyarakat bahwa pemerintah hadir untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang kita tidak inginkan bersama,” jelas Nurdin Abdullah.
Untuk titik fokus di daerah mana nantinya tim penanggulangan bencana diturunkan, Nurdin mengaku masih menunggu hasil kajian dari bagian analisis BMKG. Namun yang hampir pasti, salah satu titik fokusnya yakni di Kabupaten Wajo. Karena di wilayah tersebut biasanya banjir merendam hingga berbulan-bulan.
“Untuk saat ini kita lagi mengkaji hasil analisis BMKG. Yang sekarang ini bisa kita lihat yang menjadi langganan banjir adalah warga yang tinggal di sekitar Danau Tempe, Kabupaten Wajo. Kenapa bisa seperti itu? Karena di Danau Tempe ini menampung air dari lima sungai, sementara pembuangan hanya satu. Bagi masyarakat Wajo, mereka menganggap itu banjir musiman. Tapi ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut,” tandasnya.
Kedua, lanjut Nurdin, ada beberapa daerah yang sangat kritis. Termasuk daerah aliran sungai Jeneberang. ”Apa yang harus kita perhatikan di sana adalah pengendalian dari Dam Bili-bili kemudian dari Jenelata,” terangnya.
Dihubungi terpisah, kemarin, prakirawan BMKG Wilayah IV Makassar Nur Asia Utami menjelaskan, untuk bulan November ini, potensi angin kencang di wilayah pesisir barat dan selatan Sulsel harus diwaspadai. Saat ini, kata dia, sebagian besar wilayah Sulsel sudah memasuki musim transisi/peralihan kemarau ke penghujan. (nug-rhm)
Bersiap Hadapi Cuaca Ekstrem
