MAKASSAR, BKM — Islam merupakan pondasi kuat dan sangat penting dalam mengatur kehidupan masyarakat. Islam adalah salah satu agama yang dapat dijadikan sandaran bagi setiap umatnya dalam mengeliminasi persoalan kehidupan, seperti kasus penyebaran covid-19.
Olehnya itu, yang perlu ditegaskan bagaimana tempat ibadah, seperti masjid menjadi sarana informasi dalam membantu pemerintah memutus mata rantai penyebaran virus corona.
Hal ini terungkap dalam forum diskusi yang diselenggarakan Berita Kota Makassar bekerja sama dengan Tim Gugus Pusat dan pengurus Masjid Nurul Jihad di Jalan Tupai, Jumat (13/11).
Menurut Ketua Bidang Pelatihan dan Pendidikan di Masjid Nurul Jihad, Zain Syam yang menjadi pembicara dalam diskusi tersebut, Masjid Nurul Jihad yang berada di Jalan Tupai, sejak awal masuknya virus corona telah menerapkan kebijakan protokol kesehatan. Ini dilaksanakan dalam setiap pelaksanaan salat berjamaah.
Penerapan protokol kesehatan itu, jelas Zain Syam, sebagai wujud memenuhi harapan umat Islam untuk tetap bisa beribadah di masjid, meski di masa pandemi covid-19. Penerapan protokol kesehatan dan 3M yakni memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan merupakan hal yang wajib dilakukan oleh para jamaah. Ditambah lagi, jamaah diharapkan membawa sajadah dari rumah, berwudhu dari rumah, pemeriksaan suhu tubuh yang dibatasi lebih kurang 37,3 C, tidak membawa anak-anak dan tidak bersalaman.
“WHO menjelaskan corona bisa diantisipasi dengan menggunakan masker, mencuci tangan, dan jaga jarak. Ini yang dilakukan oleh jamaah Nurul Jihad,” jelas Zain.
Hal senada disampaikan Wakil Sekretaris Pengurus Masjid Nurul Jihad Asis Nojeng. Ia mengatakan, Masjid Nurul Jihad telah menerapkan protokol kesehatan sejak lama.
“Di masjid kita ini, ada jamaah yang menyakini bahwa penyakit ini dari Allah dan yang menghilangkan juga dari Allah. Kita sebagai umat muslim tetap melaksanakan ibadah dengan baik dan tidak melupakan protokol kesehatan,” ujarnya.
Begitupun yang diungkapkan jamaah Masjid Nurul Jihad, Biasmuh. Kata dia, jamaah Masjid Nurul Jihad telah mengikuti protokol kesehatan. “Kami tetap menerapkan protokol kesehatan. Selebihnya keyakinan kepada Allah,” terangnya.
Salah seorang pemateri yang juga Sekretaris Jenderal Ikatan Dai Muda (Sekjen IDMI) Pusat Ustaz Irwan Lupus mengatakan, corona ini merupakan virus yang mematikan.
“Pesan ibu, yakni memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan merupakan formula yang penting dalam memutus mata rantai penyebaran virus corona. Tidak bisa disangkali bahwa virus ini telah mengganggu pelaksanaan ibadah. Olehnya itu, semua pihak bertugas mensosialisasikan bagaimana penyebaran virus ini tidak berlanjut di tengah masyarakat. Kita sebagai umat muslim tetap beribadah, serta berdoa agar kita dijauhkan dari virus. Takutnya jangan berlebihan karena dapat menurunkan imun, tapi tetap selalu waspada dan tidak lengah,” tandasnya. (jun)
Jamaah Masjid Nurul Jihad Wajib Terapkan 3M
