HINGGA kini, AS (22) masih menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Bhayangkara. AS adalah korban penganiayaan oleh sekelompok pengendara sepeda motor di Jalan Sultan Alauddin, dekat Polsek Rappocini, pada Sabtu dinihari (14/11).
Akibat penganiayaan yang dialaminya oleh sekelompok pengendara yang diduga pelaku balapan liar, AS menderita luka-luka di sejumlah bagian tubuhnya. Dia pun langsung dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara. Selain tubuhnya yang terluka, mobil yang dikemudikan AS juga mengalami kerusakan akibat perbuatan para terduga pelaku balapan liar tersebut.
Kasubag Humas Polrestabes Makassar, Kompol Edy Supriadi Idrus, mengemukakan, dari laporan Polsek Rappoccini sebelum korban dikeroyok dan mobilnya dirusak, para pelaku yang diduga kelompok balapan liar awalnya pengemudi mobil melintas di Jalan Veteran Selatan. Korban bertemu dengan sekelompok pengendara motor mondar-mandir di Jalan Veteran Selatan. Seketika korban dikejar hingga di depan kantor Polsek Rappocini. Begitu korban akan turun dari mobilnya dan bermaksud lari masuk ke kantor Polsek Rappocini, dia sudah terlebih dahulu dihadang dan dikeroyok hingga babak belur. Bahkan, mobil korban ikut dirusak. Para pelaku kemudian melarikan diri begitu sejumlah personel Polsek Rappocini datang ke TKP.
Sementara itu, AS setelah menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Bhayangkara, selanjutnya dalam kawalan petugas kepolisian, AS lalu dimintai keterangan. Menurut AS, dirinya sampai dikejar pengendara motor di Jalan Veteran, bermula kala dirinya yang hendak melintas di jalan itu dihalangi sejumlah pemotor.
Agar dirinya bisa lewat, kata AS, dia lalu mengancam pemotor itu dengan menodongkan pistol yang dibawanya. Para pemotor itu pun bukannya takut. Namun malah melakukan perlawanan.
”Ketika melihat pemotor itu hendak mengambil tindakan, AS kemudian melajukan mobilnya hingga terjadilah kejar-kejaran. Pemotor itu mengejar mobil Brio warna merah yang dikemudian AS sembari mereka melepari mobil AS dengan batu serta ada yang memanahnya,” kata Kanit Reskrim Polsek Rappocini, Iptu Nurtjahyana menirukan keterangan AS, Minggu (15/11).
AS kemudian menghentikan mobilnya ketika tengah berada di depan Mapolsek Rappocini, untuk mendapat perlindungan. Namun para pemotor yang berjumlah cukup banyak sembari tersulut emosi, tetap saja berulah beringas tehadap AS.
”Aksi mereka tak terhindarkan. Mereka mengeroyok AS. Aksi beringas mereka terhenti saat petugas melepaskan beberapa tembakan ke udara. Sementara pistol yang diketahui air soft gun milik AS, menurut pengakuannya, hilang setelah sebelumnya dirinya simpan di mobilnya ketika massa mengejarnya saat keluar dari mobilnya,” pungka Kanit Reskrim. (jul-ish/b)
Korban Dikejar dari Jalan Veteran Hingga ke Alauddin
