Site icon Berita Kota Makassar

Sekkab Minta Sinergitas Cegah Stunting

MALILI, BKM — Sekkab Luwu Timur, H Bahri Suli mengatakan, persoalan stunting tidak bisa dikerjakan satu atau dua dinas saja, tapi diperlukan sinergitas dan komitmen bersama semua pihak untuk mengurangi angka stunting di Luwu Timur.

“Intinya, pemahaman kita semua harus sama terkait persoalan stunting. Camat dan Kades maupun kader PKK yang terdepan sangat diharapkan untuk memberikan pemahaman atau sosialisasi di masyarakat di wilayahnya agar persoalan angka stunting bisa ditekan bahkan bisa dikurangi,” ujar Sekkab pada sosialisasi penanggulangan dan pencegahan stunting dan Gizi Buruk oleh TP PKK Kabupaten Luwu Timur di Gedung Wanita Simpurusiang Malili, Senin (16/11).
Kegiatan itu diikuti seluruh pimpinan OPD dengan narasumber Dr Djunaidi M Dachlan dari Pusat Managemen Stunting SDGs Center Unhas, Rahmatia SKM, M.Kes dari Dinkes Sulsel, Kepala Bapelitbangda Luwu Timur, Dohri As’ari dan Kadis Kesehatan Luwu Timur, dr. Rosmini Pandin.
Menurut Sekkab, Pempriv Sulsel telah memberikan bantuan keuangan sebesar Rp 100 juta untuk penanganan stunting di Luwu Timur. Hal ini merupakan bentuk dukungan dan kolaborasi untuk mencegah bertambahnya angka stunting di Luwu Timur.
Ia menambahkan, saat ini, data stunting di Kabupaten Luwu Timur sebanyak 1.446 balita atau setara 6,2 persen dari jumlah Balita diukur yang berjumlah 23.359 balita yang tersebar diseluruh kecamatan.
Pjs. Ketua TP PKK Kabupaten Luwu Timur, Nasrah mengatakan kegiatan ini merupakan bakti untuk negeri. Menurutnya, dengan menyelamatkan generasi muda dalam hal ini anak-anak, maka TPPKK telah berkontribusi untuk penanggulangan dan pencegahan stunting. (rls)

Exit mobile version