Site icon Berita Kota Makassar

Andi Rio-Kapolri Bahas Oknum Polisi Bone Terlibat Sabu

MAKASSAR, BKM — Anggota Komisi III DPR RI Andi Rio Idris Padjalangi bersuara keras. Ia mendesak agar oknum polisi yang melakukan tindakan pelanggaran berat, seperti memakai narkoba, apalagi sampai mengedarkannya, harus dihukum berat atau dipecat dengan tidak hormat
“Iya, bahwa itu adalah kejahatan yang luar biasa atau extraordinary crime. Harusnya mereka memberi contoh yang baik sebagai aparat. Apa yang dia lakukan adalah kejahatan yang luar biasa. Hal itu juga merupakan penghianatan terhadap bangsa dan negara, terutama insitusinya,” ujar Andi Rio Padjalangi, Rabu (18/11).
Oleh karena itu, lanjut dia, polisi tersebut harus diberikan tindakan yang tegas berupa pemecatan secara tidak hornat. Apalagi jika bertindak sebagai pengedar.
“Saya sependapat dengan yang telah disampaikan kapolri, bahwa kalau ada polisi yang menjadi pengedar narkoba, maka tembak saja. Tidak boleh ada ampun. Karena sudah banyak kejadian polisi ditembak kayak kejadian di Riau,” ungkap anggota DPR RI dari daerah pemilihan (Dapil) Sulawesi Selatan II, yang meliputi Kabupaten Maros, Pangkep, Barru, Parepare, Wajo, Soppeng, Bone, Bulukumba dan Sinjai ini.
Legislator Golkar tiga periode ini juga sudah membahas hal tersebut dengan kapolri. “Waktu rapat dengan kapolri sempat saya laporkan bila jaringan narkoba di Kabupaten Bone sudah luar biasa. Untuk itu mari kita ajak masyarakat untuk memeranginya,” tandas Andi Rio.
Ia berharap kapolda Sulsel dapat memberi atensi yang serius atas kasus narkoba di wilayah hukumnya. “Tolong ada atensi, sebab banyak narkoba yang beredar atau diduga barang bukti yang dijual ke masyarakat,” ucapnya.
Legislator Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Provinsi Sulsel Ismail Bachtiar yang dimintai tanggapannya, menegaskan bahwa polri patut peduli dengan kasus yang melibatkan personelnya. “Saya baru tahu beritanya dari kita (BKM). Saya belum bisa memberikan keterangan lebih rinci. Tapi kalau memang berita ini benar, harusnya institusi kepolisian bisa lebih peduli. Tentu institusi Polri mau yang terbaik untuk bangsa, meski harus memberikan perhatian khusus terhadap kejadian yang muncul ini,” jelas anggota DPRD Sulsel yang berasal dari Dapil Sulsel VII, meliputi Kabupaten Bone ini.
Sehari sebelumnya, anggota Fraksi PKS DPR RI Andi Akmal Pasluddin menyatakan keprihatiannya atas adanya oknum aparat kepolisian yang terlibat kasus narkoba di wilayah Polres Bone.
“Tentu prihatin dan berharap pimpinan Polres Bone bisa membina dan mengawasi anggota dengan baik,” ujar legislator Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.
Mantan wakil ketua DPRD provinsi Sulsel ini menegaskan, bahwa kasus narkoba merupakan kejahatan yang besar. “Iya, kejahatan narkoba dikategorikan kejahatan yang besar lantaran merusak generasi muda kita,” jelas mantan ketua DPW PKS Sulsel ini.
Sebelumnya diberitakan, dalam sebulan ada dua oknum polisi di jajaran Polres Bone yang dinyatakan positif mengonsumsi sabu. Hal itu berdasarkan hasil tes urine mereka. Bahkan, satu di antaranya disebutkan menyediakan dan menyuplai barang haram itu untuk tiga orang rekannya yang telah diamankan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Bone. (rif)

Exit mobile version