Site icon Berita Kota Makassar

Apresiasi untuk Guru di Tengah Pandemi

MAKASSAR, BKM — Guru menjadi salah satu pihak yang harus berjuang keras di tengah pandemi covid-19. Mereka mesti melaksanakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) walau dengan dukungan infrastruktur yang belum memadai. Selain itu, ada pula di antara mereka yang harus mengajar siswa-siwinya di sekolah yang tak memiliki perangkat pendukung berupa gawai. Termasuk karena ketidakmampuan orangtuanya membeli kuota.
Kepala Dinas Pendidikan Sulsel Prof Dr Muh Jufri mengklaim, pihaknya telah melakukan berbagai upaya dalam mengoptimalkan sistem pembelajaran daring. Salah satunya bekerja sama dengan salah satu operator selular dalam rangka mempermudah akses internet.
”Namun, upaya tersebut hanya 65 persen yang terserap. Hal itu dikarenakan ada daerah-daerah tertentu yang belum memiliki infrastruktur pendukung. Kalau di wilayah perkotaan tidak mengalami kendala berarti. Tetapi di daerah remote area yang mengalami kesulitan,” ungkap Prof Jufri ketika menjadi narasumber dalam forum diskusi yang digelar Harian Fajar, Jumat (20/11) di Lantai 19 Gedung Graha Pena.
Untuk mengatasi permasalahan akses internet, lanjut Jufri, ada kegiatan guru yang berkunjung langsung ke rumah siswanya. Namun mereka yang berada di wilayah pegunungan tetap saja menemui persoalan.
Diapun mengapresiasi para guru yang mengunjungi siswanya untuk melaksanakan proses belajar mengajar. Salah satu bentuk kepedulian tersebut, Disdik Sulsel tengah mengupayakan kenaikan gaji guru honorer dari Rp10.000 menjadi Rp15.000 per jam.
Pemateri lainnya adalah Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Makassar Tenri A Palallo. Ia mengungkap bawah kekerasan terhadap perempuan dan anak tidak pernah berhenti. ”Bahkan di masa pandemi ini cenderung mengalami peningkatan. Salah satu faktornya adalah sulitnya ekonomi,” terangnya.
Adapun hal yang lebih memprihatinkan adalah adanya kasus anak yang mendapatkan pelecehan seksual dari keluarganya sendiri. Seperti ayah tiri terhadap anaknya, ataupun paman kepada keponakannya. Untuk itu, perempuan berlatar belakang jurnalis ini berharap agar orang tua lebih menjaga dan memberi perhatian kepada anaknya.
Berkaitan dengan pendidikan saat ini, ia juga menyampaikan apresiasi kepada para guru. Sebab, menurutnya, bukan hal yang mudah mengajar di masa pandemi seperti sekarang. Karena antara yang diajar dengan yang mengajar terbatasi oleh jarak.
Psikolog dan dosen dari Universitas Negeri Makassar Widyastuti, menyampaikan keprihatinannya dengan pergaulan bebas anak-anak di zamaan ini. Banyak anak perempuan yang menjadi korban akibat berkenalan dengan orang yang salah di sosial media. Kemudian mendapatkan pelecehan seksual dari oknum yang tidak bertanggung jawab.
Dia menekankan bahwa orang tua harus lebih kenal kepada anak-anaknya, serta jangan menjadikan anak sebagai pelampiasan atas kesulitan yang dialami.
Menurutnya, sangat penting untuk mengetahui psikologi anak saat ini. Jangan sampai sistem pendidikan daring, anak tidak mengerti dan merasa berlebihan dalam tugas-tugas yang diberikan. (pkl)

Exit mobile version