MAKASSAR, BKM — Di tengah pandemi covid-19, Program Pascasarjana (PPs) Universitas Negeri Makassar (UNM) mematuhi instruksi rektor UNM agar proses pembelajaran dilaksanakan secara daring. Karena itu, semua proses perkuliahan berlangsung via online. Pembelajaran ini tetap mengacu pada aspek standar penilaian.
Hal tersebut disampaikan Direktur PPs UNM, Prof Dr Hamsu Abdul Gani,MPd ketika memberi sambutan pada kegiatan webinar nasional yang diselenggarakan Prodi S2 Teknologi Pendidikan, Minggu (22/11).
Guru Besar Fakultas Tekni UNM ini menegaskan bahwa sebagaimana kebijakan rektor, sebelum masa pandemi covid-19, UNM telah lama menerapkan sistem pembelajaran daring dan luring atau blended learning.
Menurut Guru Besar Teknologi Pembelajaran, penggunaan teknologi dan informasi sudah menjadi budaya akademik di UNM. Diakui, kata Prof Hamsu, teknologi banyak memberi kemudahan dalam proses perkuliahan.
Mantan PR 3 UNM dua periode ini mengapresiasi kegiatan ilmiah berupa pelaksanaan webinar. ”Karena itu, PPs UNM mendorong semua program studi untuk melaksanakan kegiatan akademik berupa seminar atau kuliah tamu,” ujarnya.
Webinar ini menampilkan tiga narasumber. Yakni Plt Direktur Sistem Inovasi Kemenristek/BRIN Prof Dr Paulina Pannen,MLs dengan judul materi Strategi Pembelajaran Daring. Pemateri kedua, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah IX Sulawesi dengan judul materi HOTS dan TPAC dalam Pembelajaran Daring.
Pemateri ketiga Dr Henry Praherdhiono,SSi,MPd yang merupakan ketua Prodi Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Malang. Materinya berjudul Cara Praktis Membuat Video Pembelajaran.
Ketua Prodi S2 Teknologi Pendidikan PPs UNM Dr Nurhikmah, MPd, sangat gembira karena peserta webinar melebihi kapasitas yang ditentukan. Kurang lebih 1.700 peserta yang mendaftar, namun hanya 1.000 yang bisa didaftar pada zoom meeting.
Kegiatan webinar dibuka WR 1 UNM Prof Dr Hasnawi Haris,MHum. Hadir para pimpinan PPs, dekan FIP, ketua Prodi S2/S3, dan para mahasiswa S1, serta guru/dosen dari seluruh Indonesia. (rls)
