KOMISI Pemilihan Umum (KPU) Kota Makassar telah mempersiapkan secara matang debat kedua melalui stasiun TV Nasional, Selasa (23/11). Bahkan pengamanan dan protokol kesehatan yang diterapkan jauh lebih ketat dibandingkan debat sebelumnya.
Komisioner KPU Makassar Endang Sari, mengatakan sejauh ini persiapan debat kedua telah matang dilakukan. Soal panelis, KPU Makassar telah menyesuaikan dengan tema yang dibahas, yaitu reformasi birokrasi, pelayanan publik, penataan kawasan perkotaan, dan ekonomi.
“Sejauh ini persiapannya sudah selesai. Tinggal hari pelaksanaannya. Durasi debat juga kami tambah menjadi 190 menit. Untuk panelis, kami tentukan berdasarkan tema yaitu orang yang sesuai bidangnya. Kenapa tema kedua kami angkat soal itu, karena hal tersebut menurut kami adalah persoalan penyelesaian measalah, upaya memajukan daerah, dan perbaikan pelayanan terhadap masyarakat,” jelas Endang Sari saat dikonfirmasi, Senin (23/11).
Mengenai protokol kesehatan pada saat pelaksanaan debat kedua dan pengamanan, KPU Makassar tidak ingin kecolongan lagi. Pihaknya telah membatasi jumlah tim paslon yang datang dan masuk ke lokasi debat.
“Aturan terkait protokol kesehatan kami berpedoman pada PKPU 6, 10, dan 13 tahun 2020 yang mengatur terkait penegakan protokol kesehatan pencegahan penyebaran covid-19 di semua tahapan pemilihan. Untuk antisipasi terkait pengamanan, kami sudah koordinasi sebelumnya dengan pihak Polrestabes Makassar, dan Polda sulsel. Kami juga koordinasi berlapis dengan pihak keamanan di Jakarta,” jelasnya.
KPU juga telah melakukan koordinasi berjenjang, mulai dari Polres Metro Jakarta Pusat, Polda Metro Jaya serta Mabes Polri. “Hasil rakor kami dengan pihak stasiun TV, mereka juga sudah menyiapkan skenario pengamanan berlapis. Mulai dari personel kepolisian, security statiun TV, tim Gegana, dengan pengamanan sampai radius 5 km,” tambahnya.
Terkait sosialisasi KPU yang saat ini dinilai masih minim, Endang mengacu pada regulasi yang sesuai protokol kesehatan. “Karena kita masih berada dalam situasi pandemi covid-19, maka sesuai regulasi untuk memperhatikan protokol kesehatan, maka ada banyak strategi sosialisasi KPU Makassar yang berubah. Kita tidak lagi bisa mengumpulkan orang dalam jumlah banyak di satu tempat hingga ratusan atau ribuan, sehingga kami melakukan sosialisasi dengan memaksimalkan rantai SDM yang dimiliki KPU Makassar,” tuturnya.
Untuk pelaksanaan pemilihan, ada 75 orang PPK, 459 orang PPS, dan 16.758 KPPS serta 4.788 petugas ketertiban TPS. PPK dan PPS sudah melakukan sosialisasi door to door dari enam bulan yang lalu. Laporannya langsung diperiksa setiap bulan oleh KPU Makassar. KPPS dan Petugas ketertiban TPS pun juga akan melakukan hal serupa nantinya jelang hari H.
Untuk kegiatan sosialisasi tatap muka, KPU Makassar melakukannya dengan berbasis kelurahan. Tujuannya agar bisa langsung menjangkau pemilih ril Makassar. Hal itu dilaksanakan setiap hari oleh PPK dan PPS.
Program tersebut sampai 765 kegiatan sosialisasi tatap muka dengan target peserta maksimal 50 orang. Anggaran kegiatan tersebut diturunkan ke penyelenggara adhoc. (ita)
Durasi Ditambah, Radius Pengamanan 5 Km
