MAKASSAR, BKM–Komisi Pemilihan Umum (KPU) Makassar mulai mempersiapkan agenda debat tahap ketiga pada tanggal 4 Desember mendatang.
“Kita sudah tetapkan debatnya tanggal 4 Desember bertepatan hari terakhir kampanye. Jadi tiga hari sebelum pemilihan sudah hari tenang, format debatnya juga tidak terlalu jauh beda dengan format debat pertama dan kedua, jadi kita evaluasi terus untuk debat ketiga di Makassar nanti,”ujar komisioner KPU Makassar Gunawan Mashar, Rabu (25/11).
Menurutnya, pada debat ketiga, para paslon akan membahas persoalan yang bertemakan kebijakan Covid-19, komitmen penanganan penanggulangan narkoba, perlindungan terhadap anak, perempuan dan disabilitas, serta penanggulangan kemiskinan.
KPU baru saja menggelar debat kedua di Jakarta, Selasa (24/10) malam yang diikuti semua tim dan relawan empat pasangan calon (Paslon).
Pasangan nomor urut satu Mohammad Ramdhan Pomanto – Fatmawati Rusdi (Danny – Fatma) turut didampingi komunitas milenial OranGe Muda.
Menurut Ketua OranGe Muda, Andi Cakrawala, menjadi suatu kebanggaan yang cukup positif ketika Danny – Fatma juga memilih OranGe Muda untuk mendampinginya di Jakarta saat acara debat.
“Debat kedua ini Pak Danny dan Ibu Fatma memberikan ruang sangat luar biasa kepada anak muda milenial untuk mendampinginya, dimana beliau melihat bahwa anak muda itu pelanjut generasi bangsa,” ucap Andi Cakrawala, Rabu (25/11).
Tidak hanya itu, kata Andi Cakrawala bahwa sosok Danny sudah terbukti telah membuat program untuk mendorong perusahaan star-up agar lebih maju, dan menjadi garda terdepan untuk mendorong perekonomian di Kota Makassar.
Sebelumnya, pada pertama yang membahas reformasi birokrasi, Paslon Munafri Arifuddin – Rahman Bando mengungkit kekacauan birokrasi di masa pemerintahan Danny Pomanto yang saat itu berpasangan dengan Syamsu Rizal.
Sementara itu, Paslon nomor urut tiga, Syamsu Rizal – Fadli Ananda (Dilan) mengaku unggul dalam aspek pendalaman program dan bidang reformasi birokrasi.
Hal tersebut diungkapkan pengamat politik dari UNM Makassar Arifuddin Usman. Arifuddin mengatakan Dilan benar-benar menguasai seluruh materi terkait tema debat meliputi reformasi birokrasi, pelayanan publik, penataan kawasan perkotaan dan ekonomi.
“Kalau kita lihat Dilan mampu mengeksplorasi programnya, terkadang mengkomparasikan programnya sebagai rujukan sehingga tentunya menjadi nilai positif untuk mereka. Inti dari debat itu adu gagasan dan program,” ungkapnya, Rabu (25/11).
Calon wali kota nomor urut empat Irman Yasin Limpo, rupanya tak ingin ikut-ikutan menyerang paslon lain. Sebagai orang yang berpengalaman di birokrasi, ia memilih untuk menjelaskan seperti apa reformasi birokrasi sebenarnya. Termasuk, pentingnya menerapkan proses digitalisasi dalam pemerintahan.
“Digital dan teknologi di pemerintahan saat ini, masih terkesan komputerisasi. Ke depan, harus lebih maju lagi dari sekedar komputerisasi,” kata None.
Menurut None, secara kelembagaan pemerintah kota akan dikolaborasikan dengan tingkat RT. Sedangkan sistem akan menggunakan digitalisasi dengan artificial intelegencia dan big data, sehingga tidak ada lagi yang berambisi mencari penghargaan atau saling menyalahkan.
Debat yang digelar KPU Makassar dinilai sukses. Komisioner KPU Endang Sari merasa nyaman atas suksesnya pagelaran debat. Karena tidak menimbulkan gesekan yang dikuatirkan selama ini. “Apa terjadi sebelumnya menjadi bahan evaluasi di KPU, sehingga kami antisipasi untuk mencegah hal-hal yang tidak kita inginkan,” kata Endang Sari saat ditemui usai debat kandidat pilkada Makassar. (jun-dita-rhm/rif)
Debat Ketiga di Hari Terahir Kampanye
