MAKASSAR, BKM — Peresmian tol layang AP Petta Rani yang rencananya akan dilakukan Presiden Joko Widodo sudah dua kali ditunda. Awalnya, tol layang pertama di Indonesia Timur itu rencananya bakal diresmikan tepat pada peringatan Hari Pahlawan, 10 November.
Namun, karena sejumlah alasan, peresmiannya diundur menjadi 16 November. Lewat dari tanggal yang ditentukan, ternyata proyek tersebut belum juga diresmikan.
Dirut Bosowa Marga Nusantara (BMN) Anwar Toha mengaku, sebetulnya dia ingin segera membuka akses tol tanpa harus menunggu peresmian. Hanya saja pihaknya tertahan dengan izin dari Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD).
Sejauh ini pemerintah pusat meminta agar seluruh bengkalai bagian Jalan AP Pettarani diselesaikan. Makanya, kata dia, pekerjaan di bagian bawah terus digenjot agar bisa tuntas lebih cepat.
“Izin kita masih tertahan BPTD. Mereka tak mau kita operasikan tol kalau Petta Rani belum tuntas. Kita juga maunya jalan layang dibuka sebelum peresmian. Tetapi tak bisa, karena ini persoalan izin,” jelasnya, kemarin.
Dia menambahkan, proses peresmian kembali batal lantaran Presiden RI Joko Widodo menunda kedatangannya ke Sulsel.
Hingga saat ini, perbaikan Jalan AP Pettarani terus dilakukan. Kondisi lalu lintas di bagian bawah sudah sangat krodit. Desakan untuk membuka akses tol layang pun terus berdatangan.
Sudah menjadi kesepakatan mereka dengan gubernur agar tol bagian layang dibebaskan tambahan tarif.
Dihubungi terpisah, anggota DPRD Sulsel berharap tol layang yang dibangun di atas Jalan AP Petta Rani, Makassar segera dioperasikan. Karena akibat perbaikan arteri di bagian bawah terus memicu terjadinya yang sangat pengguna jalan.
”Kalau bisami digunakan, segerakanmi. Macet, Pak,” ujar legislator Partai Nasdem Sulsel Syahruddin Alrif.
Wakil Ketua DPRD Sulsel Darmawangsyah Muin dari Partai Gerindra, mengakui seringnya terjadi kemacetan di bawah tol layang. Kata dia, ada banyak pihak yang telah memberi masukan terkait pengoperasian jalan layang tersebut.
Namun, kata dia, yang perlu masyarakat pahami bersama bahwa pengoperasian jalan layang tidak sama dengan jalan biasa. Semua ada standardnya, sehingga pada saat pengoperasian pengguna jalan terjaga keamanan dan kenyamanannya.
“Saya kira pihak Balai Jalan dan pelaksana proyek akan segera membuka jalur tersebut jika semua prasyarat sudah terpenuhi. Jadi masyarakat mohon bersabar,” pinta Darmawangsyah yang juga sekretaris DPD Gerindra Sulsel ini. (rhm-rif)
Izin Operasi Tol Layang Tertahan di BPTD
