Site icon Berita Kota Makassar

Anir: Warga Jangat Takut Diintimidasi

PANGKEP, BKM–Pasangan calon bupati Pangkep nomor urut empat Andi Nirawati – Lutfi Hanafi (Anir – Lutfi) menyerahkan ratusan kartu program prioritas kepada kepala keluarga (KK) di Desa Kabba, Kecamatan Minasatene, Kabupaten Pangkep, Kamis (26/11).

“Hore, saya dapat kartu dari Anir-Lutfi. Saya sangat bangga dan bersyukur, nantinya kelak ketika pasangan ini terpilih, saya bisa mendapatkan bantuan ekonomi rumah tangga sebesar Rp10 juta. Insya Allah semoga beliau terpilih jadi bupati dan wakil bupati Pangkep. Kami perempuan, pasti pilih perempuan” ujar salah satu ibu-ibu, Emy Irmayanti.
Warga lainnya, Hamzah, menyebut program Anir-Lutfi yang ada dalam kartu program prioritas tersebut, sangat dibutuhkan masyarakat yang ada di daerahnya. Terutama bantuan Rp10 juta per KK untuk memulai usaha.
“Suatu kebanggaan tersendiri bisa mendapatkan kartu pamungkas ini. Saya yakin semua orang membutuhkan kartu program Anir-Lutfi ini. Pasangan ini betul-betul calon yang sangat ideal dan wajib kita perjuangkan,” ujar Hamzah.
Hamzah mengaku kagum dengan paslon nomor urut empat ini. Sebab dia melihat, Anir dan Lutfi bisa memberikan perhatian yang besar terhadap masyarakat Pangkep. “Ketika ada calon yang memperjuangkan warganya, maka kita juga sebagai warga harus memperjuangkan pemimpin yang perjuangkan warganya,” ungkapnya.
Warga lainnya, ikut senang kebagian kartu program prioritas Anir-Lutfi. Dia berharap, jika Anir-Lutfi terpilih, program ini bisa segera diwujudkan.

“Saya senang dapat kartu bantuan UMKM. Kemarin saya hanya liat di media sosial, saya pikir ini hanya main-main, karena masa ada bupati mau bagi-bagi uang sampai Rp10 juta. Tapi setelah saya mendengar dan saya pelajari program pasangan Anir-Lutfi, saya semakin yakin dan mantap kalau pasangan ini betul-betul memperjuankan kesejahteraan rakyat,” ujarnya.
Sehari sebelumnya, Anir berkunjung ke Desa Mattiro Uleng, Pulau Kulambing, Kecamatan Tupabbiring Utara, Rabu (25/11). Anir lalu menyerukan agar masyarakat tidak takut terhadap dugaan intimidasi dan ancaman politisasi Program Keluarga Harapan (PKH) jelang pilbup nanti.
“Ibu-bapak jangan takut kalau diintimidasi, diancam (dicabut) PKH. Itu program pemerintah pusat yang biayanya dari APBN. Jadi jangan khawatir. Kalau ada yang suruh tanda tangan, jangan tanda tangan. Yang bisa keluar dari program PKH itu, kalau kita sendiri yang mengundurkan diri. Tidak gampang orang keluar dari PKH,” ujar Anir di hadapan warga.
Dia menambahkan, penerima PKH yang ingin keluar dari program tersebut, tidak keluar begitu saja. Tetapi melalui kesadaran sendiri, bahwa kehidupan sehari-harinya lebih dari cukup, atau sudah sejahtera.
“Yang bisa keluar dari PKH itu kalau yang bersangkutan sudah merasa sejahtera. Artinya secara sadar bahwa dia ingin keluar, tidak mudah. Siapapun yang naik jadi bupati maka PKH tetap ada,” tambah politisi Gerindra ini.
Satu-satunya cabup perempuan Pangkep ini juga menjelaskan, kalau program PKH itu harus melalui persetujuan DPR RI, lalu didistribusikan ke daerah.
“Saya kasih tahu ki, PKH itu yang urus dan menyetujui programnya melalui DPR RI, sementara suami saya, Pak Kamrussamad di DPR RI pusat. Jangan ki takut karena PKH itu sekali lagi program Presiden,” tegas mantan legislator DPRD Sulsel ini. (rif)

Exit mobile version