Site icon Berita Kota Makassar

Pemkab Empat Besar MCP KPK

ENREKANGM, BKM — Pemkab Enrekang menembus peringkat keempat capaian Monitoring Centre of Prevention (MCP) program koordinasi dan supervisi pencegahan korupsi (Korsupgah) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI.
Bupati Enrekang H. Muslimin Bando, berharap capaian tersebut terus ditingkatkan. Hal itu ia sampaikan disela Monitoring dan Evaluasi Capaian Rencana Aksi Pencegahan Korupsi Terintegrasi, yang digelar KPK RI secara daring, Kamis (26/11). Monev itu diikuti oleh seluruh Pemkab, Pemkot dan Pemprov Sulsel.
Pemkab Enrekang meraih nilai 68,70. Nilai ini bahkan tertinggi di kawasan Ajatappareng, serta mengalahkan daerah tetangga seperti Toraja dan Toraja Utara. Enrekang hanya berada dibawah Soppeng, Sinjai dan Bone yang masing-masing berhasil meraih peringkat 1-3 sementara Pemprov Sulsel berada di peringkat 10 dengan nilai 62,95.
“Apa yang diraih ini patut disyukuri, apalagi ditengah situasi pandemi yang berdampak pada sejumlah sektor. Meski begitu, kita tentu bertekad meningkatkan kinerja utamanya pada 8 area intervensi MCP ini,” ujar Muslimin.
Nilai yang diraih Pemkab Enrekang, masih dapat meningkat mengingat masih ada sejumlah aksi dan data dukung yang dimasukkan pada November dan Desember.
MB menambahkan, capaian MCP daerah merupakan salahsatu indikator komitmen dalam pencegahan korupsi. Sehingga, ia meminta seluruh OPD bekerja secara profesional dan akuntabel, sehingga dapat menyiapkan data yang diminta oleh sistem ini.
Delapan area intervensi yang dimaksud yaitu, perencanaan dan penganggaran APBD, pengadaan barang dan jasa, pelayanan terpadu satu pintu, kapabilitas APIP (Aparat Pengawasan Intern Pemerintah), manajemen ASN, Dana Desa, optimalisasi pendapatan daerah, serta manajemen aset daerah.
“MCP ini adalah tolok ukur keseriusan kita mencegah korupsi karena terdapat pelbagai indikator dan sub-indikator yang harus dipenuhi. Ini yang wajib jadi perhatian seluruh OPD,” tegas MB.
(her/C)

Exit mobile version