JENEPONTO, BKM — Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Kabupaten Jeneponto, Farida Kr Bau akan memberi upaya perlindungan anak, melalui program PATBM (Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat).
Menurutnya, beberapa program yang telah dilaksanakan dalam upaya perlindungan anak selama ini, masih diperlukan inovasi program dalam mendorong Jeneponto ke depan menjadi Kabupaten Layak Anak.
Hal ini dikatakan Farida Kr Bau saat mengikuti kegiatan monitoring dan evaluasi pembentukan Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) Kabupaten/Kota tingkat Provinsi Sulsel, di Hotel Kota Luwu, Belopa, Rabu ( 25/11).
Hadir mendampingi Kadis P3A, masing-masing Kepala Bidang Perlindungan Anak, Hj Rahmi Tompo dan Kepala Seksi dan Ketua PATBM Camba-camba.
Di tempat yang sama, Kabid Perlindungan Anak, Hj Rahmi Tompo, membenarkan bahwa saat ini Jeneponto menarget masuk Zona Kabupaten Layak Anak. Kendati demikian, upaya ini tidak serta merta akan terwujud jika seluruh unsur, baik pemerintah dan komponen masyarakat tidak membangun komitem bersama.
Kabupaten Layak Anak sangat strategis bagi suatu daerah, termasuk Jeneponto. Pasalnya, dengan opini Layak Anak akan menjadi indikator peningkatan Indeks Pembangunan Manusia di daerah.
Kegiatan ini dibuka Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Provinsi Sulsel, Fitriah Zainuddin. Kegiatan dilaksanakan selama tiga hari, yakni 23 sampai 25 November dengan peserta berasal dari DP3A se-Sulawesi Selatan. (krk/c)