MAROS, BKM — Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Maros merupakan salah satu dinas yang memiliki anggaran cukup besar dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pokok Tahun 2021. Anggarannya tahun depan mencapai Rp184 miliar. Namun anggaran ini mengalami penurunan Rp30 miliar dari APBD Tahun 2020.
Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Maros, Muetazim Mansyur, mengatakan, anggaran dalam APBD Pokok 2021 tetap mengacu pada lima bidang dengan besar anggaran Rp184 miliar.
”Anggaran itu turun Rp30 miliar dibanding tahun lalu yang anggarannya dikisaran Rp200-an juta,” katanya akhir pekan lalu.
Lanjut dikatakan, anggaran itu tetap mengacu pada lima bidang di Dinas PU. Termasuk bidang binamarga, sumber daya air, cipta karya, penataan ruang serta pembinaan jasa konstruksi dan sekretariat. Namun, kata dia, khusus bidang binamarga pihaknya akan fokus jalan dan jembatan.
”Dari bidang binamarga kita anggarkan Rp61 M khusus untuk pembangunan jalan. Sedangkan untuk jembatan tahun depan sekitar Rp30 M. Jadi totalnya Rp90 M sudah ada DAK,” katanya.
Dia juga menjelaskan, khusus pembangunan jalan pihaknya akan fokus di dua kecamatan, yakni Kecamatan Tompobulu dan Kecamatan Mallawa. ”Progresnya sudah sekitar 75 persen. Jadi mungkin kita akan fokus di dua kecamatan. Tapi tidak menutup kemungkinan di 12 kecmatan lain. Tapi porsinya beda. Kalau yang lalu kita fokus peningkatan jalan beton, tahun depan fokus pemeliharaan hotmix,” paparnya.
Untuk jembatan, kata dia, pihaknya akan fokus di Jembatan Labuang di Jalan Bambu Runcing. ”Kita fokus di Jembatan Labuang dan ada beberapa jembatan kita tuntaskan. Terutama jembatan di Tompobulu ada jembatan besar dan permanen. Juga ada beberapa jembatan gantung terutama di Bontoa,” jelasnya.
Untuk Jembatan Labuang paling besar anggarannya sekitar Rp10 M. (ari/c)
Dinas PUPR Terima Anggaran Cukup Besar
