MAKASSAR, BKM–Kontestasi pemilihan bupati (pilbup) di Kabupaten Soppeng dan Gowa semakin dinamis. Pasalnya, di dua daerah ini hanya diikuti satu pasangan calon (paslon).
Meski pilbup Soppeng dan Gowa hanya diikuti satu pasangan calon bupati dan wakil bupati yang akan melawan kolom kosong atau kotak kosong (koko), namun patut menjadi perhatian semua pihak.
Hal ini melihat banyaknya pergerakan yang ingin memenangkan koko, baik di pilbup Soppeng maupun di Gowa. Sejumlah simpul-simpul baik itu para politisi, birokrasi, pensiunan, pengusaha, generasi muda hingga kelompok lembaga swadaya masyarakat (LSM) mulai merapatkan barisan untuk memenangkan koko.
Hasil pantauan dalam sepekan terakhir sudah ada pertemuan sejumlah pengusaha, pensiunan ASN, kelompok pemuda serta aktivis LSM menggelar pertemuan secara tertutup.
Seorang aktivis LSM Gempar H Amiruddin, pernah memimpin rapat di lantai 2 gedung yang disewa anggota Fraksi PKS Gowa Hasnawi Syam. Salah satu pesan dari pertemuan itu mereka sudah punya pendukung yang tersebar di 167 desa dan kelurahan. Ada juga simpul lain yang mengklaim sudah memiliki jaringan hingga belasan ribu orang.
Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kabupaten Gowa, menargetkan pasangan calon bupati dan wakil bupati Adnan Purichta Ichsan-Abd Rauf Kr Kio (AdnanKio) menang 95 persen.
Hal itu diungkapkan Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Gowa Andi Hikmawati A Kumala Idjo bersama Komandan PDIP Teritorial Gowa Iqbal Arifin dan jajaran pengurus DPC, Sabtu (28/11).
Menurut Andi Hikmawati, sejak partainya resmi mengusung AdnanKio, seluruh infrastruktur partai langsung bergerak memenangkan pasangan yang bertagline ‘Doboloki’.
“Salah satu gerakan yang kita lakukan adalah memperbaiki semua infrastruktur dari tingkat ranting hingga pengurus DPC,” kata anggota DPRD Gowa ini.
Selain itu, PDIP Gowa juga membentuk tim saksi luar sebanyak 1.431 orang. Mereka tidak hanya menjadi saksi luar, namun juga bergerak untuk mensosialisasikan AdnanKio.
“Olehnya itu, Insyaallah Adnan-Kio menang, tetapi kami menargetkan menang 95 persen,” ujarnya.
Komandan PDIP Teritorial Gowa Iqbal Arifin menambahkan, meskipun ada beberapa kelompok yang bergerak untuk memenangkan kolom kosong, namun baginya gerakan itu adalah bagian dari demokrasi.
“Tetapi masyarakat sudah cerdas. Apalagi sudah terbukti kerja nyata AdnanKio selama menahkodai Gowa,” ujarnya.
Iqbal menambahkan, semua mesin partai akan digerakkan untuk mengajak masyarakat agar tidak golput pada hari pencoblosan pilkada Gowa 9 Desember mendatang.
“Kita yakin, yang tidak memilih pada pilkada nanti itu tidak lebih dari 10 persen. Kami yakin Adnan-Kio menang 95 persen dan mencetak sejarah di Gowa,” tandasnya.
Sulit Menang
Lantas seberapa besar peluang koko di dua daerah tersebut? Pengamat politik dari Unibos Dr Arief Wicaksono menilai koko sangat sulit untuk menang.
“Saya pikir peluang kotak kosong di daerah yang sedang berpilkada dengan calon tunggal seperti di Gowa dan Soppeng saat ini, mungkin akan sama dengan Bone dan Enrekang di pilkada 2018,” ujar Arief Wicaksono, Minggu (29/11).
Di sana, petahana sangat kuat dan berakar di masyarakat, sehingga adapun yang menggerakkan kotak kosong di Gowa dan Soppeng akan tidak semasif kotak kosong di Makassar pada tahun yang sama.
Pengamat yang juga dekan Fakultas Ilmu Komunikasi Politik UIN Alauddin Makassar Dr Firdaus Muhammad, memaparkan bila peluangnya kecil karena pergerakannya juga melambat. Menurutnya, isu politik tidak massif sudutkan petahana.
“Mungkin juga masyarakat di Soppeng dan Gowa belajar dari kemenangan koko di pilwali Makassar yang melelahkan dan habiskan anggaran,” ujar Firdaus Muhammad. (rif)
