MAKASSAR, BKM — Kendati berada dalam situasi pandemi covid-19, Pemerintah Kota Makassar melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) mampu membukukan penerimaan pajak yang cukup baik. Malah, ada tiga sektor penerimaan pajak yang over target. Masing-masing pajak bumi dan bangunan (PBB), pajak air bawah tanah, dan pajak restoran.
“Realisasinya sudah mencapai 93 persen,” ungkap Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapend) Kota Makassar Irwan Adnan.
Hingga 23 November, tercatat realisasi pajak daerah mencapai Rp756,8 miliar atau 93 persen dari target Rp809,6 miliar. Dari 11 jenis pajak, sektor PBB paling tinggi, yakni Rp172,8 miliar atau 129 persen dari target Rp134 miliar.
Sedangkan pajak air bawah tanah realisasinya sudah 127 persen atau Rp3,8 miliar dari target Rp3 miliar. Begitu pula dengan pajak restoran sudah 108 persen atau Rp113,7 miliar dari target Rp104,6 miliar.
“PBB ini kita exited sekali karena sudah 127 persen, dan ini baru pertama kali kita over target PBB sebelum akhir tahun,” jelas Irwan lagi.
Sementara jenis pajak lain, tinggal pajak hiburan saja yang realisasinya masih di bawah 50 persen. Capaiannya masih Rp13,4 miliar dari target Rp30 miliar atau sekitar 44,9 persen.
Berbeda dengan pajak hotel yang perlahan mulai merangkak naik pascaterpuruk akibat pandemi. Realisasi pajak hotel sudah 61,76 persen atau Rp44,4 miliar dari target Rp72 miliar. Sedangkan, pajak BPHTB realisasinya 88,2 persen atau Rp180,8 miliar dari target Rp205 miliar.
Pajak penerangan jalan (PPJ) capaiannya 87,49 persen atau Rp182,8 miliar dari target Rp209 miliar. Pajak parkir Rp8,8 miliar atau 80,58 persen dari target Rp11 miliar. Sementara pajak reklame 87,25 persen atau Rp35,7 miliar dari target Rp41 miliar. Pajak sarang burung walet Rp13,6 juta atau 54,76 persen dari target Rp25 juta, serta pajak mineral bukan logam tanpa realisasi.
“Ini menunjukkan trend positif. Mudah-mudahan bisa meningkat. Apalagi baru November, masih ada sebulan sebelum akhir tahun,” tutur dia.
Kepala UPTD PBB Bapenda Kota Makassar Adriyanto, mengakui realisasi penerimaan PBB di 15 kecamatan sudah over target. Kecamatan Panakkukang realiasasi paling tinggi, yakni Rp26,1 miliar.
“Khusus daerah pelabuhan, realisasi PBB kita itu Rp4,1 miliar. Ini masih November, pendapatan kita masih bisa ditambah,” tutur Adriyanto. (rhm)
Tiga Sektor Pajak Over Target di Tengah Pandemi
