MAKASSAR, BKM — Aktor Timur Indonesia bersama mitranya Lentera Manajemen Artis yang selama ini dikenal aktif membuka kelas akting, kembali menyuguhkan lagi satu karya yang dimainkan oleh talenta-talenta berbakat lepasan Class Acting Lentera-Ati (Caleti). Mereka berperan dalam lakon karya sineas muda Wildanun Arkan lewat film pendek berjudul Cinta 14 Hari.
Pemutaran film ini diwarnai nonton bareng dan silaturahmi keluarga besar Caleti, Sabtu (28/11), bertempat di Basecamp Aktor Timur Indonesia Jalan Hertasning Baru-Aroepala, Makassar.
Penasihat Parfi Sulsel
Iwan Azis yang hadir dalam acara tersebut, memberi apresiasi yang besar untuk agenda seperti ini, yang harusnya dilakukan oleh Parfi. Seperti pelatihan akting yang digagas oleh Lentera Manajemen-Aktor Timur Indonesia.
Ketua Parfi Sulsel Dr Syahriar Tato, menyampaikan selamat kepada Komisaris Aktor Timur Indonesia H Ilham Noer Toadji yang selama ini telah berkontribusi pada perfilman Sulsel. Ia juga memberi apresiasi positif dengan melihat peran para aktornya yang sangat maksimal. “Semua bermain sangat bagus. Ini tentu tidak lepas dari ilmu akting yang telah diperoleh selama ini,” ujarnya.
Ketua Parfi yang telah membintangi ratusan film ini melihat, memang masih ada kekurangan dalam sinematografinya. Karena yang namanya film pendek, sudah bisa dibuat meski dengan peralatan yang sederhana.
”Namun, walaupun misalnya kamera dan alat-alatnya bagus, tapi mereka yang ada di baliknya itu tidak maksimal, tidak juga akan menghasilkan film yang bagus,” tuturnya.
Pimpinan Caleti sekaligus pimpinan Lentera Manajemen Artis Shary Kamarong selaku pemrakarsa kegiatan, menjelaskan bahwa film Cinta 14 Hari ini ditulis oleh coach acting Caleti Luthfi S Haji Matto. Film ini merupakan sarana aktualisasi dan praktik langsung hasil pelatihan akting Caleti yang telah diikuti oleh para talent.
”Setelah ini Lentera Manajemen Artis kembali akan membuka kelas acting untuk Caleti 2 yang terbuka untuk umum. Kita tidak memungut biaya pelatihan untuk itu,” ujar Shary.
Hal tersebut, diakuinya sebagai bentuk kepedulian dan partisipasi lansung guna menghadirkan aktoraktor berbakat dari Indonesia Timur, dengan modal utama memiliki attitude yang baik.
Andi Agung Iskandar, salah seorang sineas yang hadir menuturkan, ide cerita sangat menarik dan relevan dengan konteks hari ini. Makna 14 hari itu identik dengan masa isolasi mandiri atau karantina di masa pandemik ini. “Saya salut atas ide yang dikemas oleh penulis naskahnya, sangat dapat,” kata Agung.
Beberapa tokoh teater, sineas dan PH Makassar lainnya yang hadir dalam acara tersebut, memberi apresiasi senada untuk mensupport kegiatan nonton bareng hasil karya sineas Makassar. Karena ajang ini bisa menjadi tempat silaturrahmi serta sarana saling memberi edukasi positif sesama insan perfilman di Sulawesi Selatan, khususnya Kota Makassar. (rls)
