MAKASSAR, BKM — Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Badan Layanan Umum Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (BLU LPMUKP) melaksanankan peluncuran pembiayaan Sistem Resi Gudang (SRG) rumput laut di Gudang SRG Kosperindo Kima 8 Makassar, akhir pekan lalu.
Direktur LPMUKP, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Syarif Syahrial, mengatakan peluncuran ini guna mendorong pengelolaan hasil produk disektor kelautan dan perikanan.
”Sebagaimana melihat hasil produk yang mempunyai unsur musiman, maka dari itu perlu dilaksanakan Sistem Resi Gudang guna mendorong hasil produksi sekaligus mencegah terjadinya fluktuasi nilai produk yang akan mempengaruhi kinerja usaha. Selain itu Sistem Resi Gudang mampu dijadikan salah satu instrumen pinjaman atau pembiayaan bagi para nelayan,” ujarnya.
Syarif Syahrial, menambahkan, hal Ini merupakan awalan untuk pelaksanaan program yang telah dirancang jauh hari Bersama Bappebti, Kemendag, Ditjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) dan PT KBI.
”Dengan Sistem Resi Gudang pinjaman bisa mencapai 70 persen dari nilai barang yang tercantum, dengan besar pinjaman maksimal 10 miliar rupiah. Hal ini tentu merupakan angin segar untuk koperasi maupun pelaku UMKM sektor kelautan dan perikanan. LPMUKP pun akan terus berupaya untuk memberikan strategi dan alternatif bagi pelaku usaha UMKM KP agar semakin mudah dalam mengakses peminjaman modal, apalagi bagi nasabah yang terkena dampak Covid-19,” tegas Syarif Syahrial.
Mewakili gubernur Sulsel, Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi dan Pembangunan Keuangan, Sulkaf S Latief, mengatakan, Sulsel merupakan penghasil rumput laut terbesar di Indonesia. Sehingga Sistem Resi Gudang ini nantinya dapat makin memajukan sektor rumput laut
”Kita yang terbesar di Indonesia. Produksi rumput laut Sulsel tahun lalu sebesar 140.000 ton dengan nilai 165 juta dollar AS. Sedangkan rumput laut yang di ekspor secara nasional berkisar 300.000 ton. Ini menandakan, Sulsel menguasai setengah produksi rumput laut nasional,” katanya.
SRG ini sangat penting untuk memberikan kepastian harga. Terkadang, pembudidaya rumput laut, termasuk nelayan dihadapkan turunnya harga ketika produksi melimpah. Diharapkan dengan sistem ini, nelayan tidak perlu kuatir lagi terhadap ancaman penurunan harga saat panen.
Diharapkan SRG ini dapat menjadi solusi dari keterbatasan akses permodalan yang sering menjadi kendala dalam pengembangan usaha kelautan dan perikanan untuk meningkatkan produktivitas nelayan.
SRG nantinya akan memengaruhi peningkatan daya saing pelaku usaha kelautan dan perikanan pada perekonomian nasional dan pasar internasional, serta upaya dalam mengantisipasi kondisi kompleks di tengah pandemi Covid-19. (mir)
KKP Luncurkan Pembiayaan SRG
