MAKASSAR, BKM — Kontestasi pemilihan wali kota (pilwali) Makassar dan pemilihan bupati (pilbup) pada 11 daerah tinggal delapan hari lagi. Walau begitu, surat suara belum juga didistirbusikan ke kecamatan untuk selanjutnya di bawah ke desa dan kelurahan guna dibagikan ke tempat pemungutan suara (TPS).
Hal ini lantaran Komisi Pemilihan Umum (KPU) baru saja mengajukan pergantian surat suara yang rusak, dan selanjutnya akan dilakukan sortir kembali. Sebagian di antaranya sudah dipersiapkan untuk pemungutan suara ulang (PSU).
KPU Kota Makassar kini melakukan penggantian surat suara yang rusak sebanyak 7.790 lembar. Rencananya surat suara untuk pemilihan wali kota (pilwali) Makassar 2020, KPU bakal medistribusikan lebih cepat H-4 pemilihan ke wilayah pulau guna mengantisipasi cuaca di Kota Makassar.
Sekretaris KPU Makassar Asrar Marlang, mengungkapkan proses pergantian surat suara rusak sudah dilakukan. Sebanyak 7.790 lembar surat suara telah diganti dan dalam proses penyortiran serta pelipatan untuk menggenapi surat suara yang dibutuhkan secara keseluruhan sebanyak 924.771 lembar.
“Untuk surat suara yang rusak ini sudah dilakukan penggantian sebanyak 7.790 lembar. Saat ini kita tengah melakukan sortir. Jumlahnya belum saya rekap. Nanti besok atau lusa kita akan mengetahui kira-kira mencukupi atau tidak,” terangnya. Senin (30/11).
Adapun beberapa jenis kerusakan tersebut, misalnya sobek. Kemudian yang paling banyak ditemukan adalah noda di gambar pasangan calon. Juga ada gradasi warna tidak sempurna di paslon. “Makanya, sampai besok kita cek lagi ada berapa lembar yang rusak sampai surat suara yang dibutuhkan cukup kuotanya 924.771 lembar,” ujarnya.
Sedangkan untuk distribusi di pulau di musim penghujan ini, Asrar mengatakan akan melakukan penyaluran logistik dan surat suara paling lambat H-4 jelang pemilihan dengan bantuan armada kapal laut yang sudah disiapkan. Langkah tersebut guna mengantisipasi musim hujan yang bisa merusak logistik yang disalurkan.
“Jadi kita bakal distribusikan untuk wilayah pulau paling lambat H-4, karena tidak terlalu banyak juga logistik yang dibutuhkan. Jaraknya juga tidak terlalu jauh, jadi aman kalau kita salurkan nanti. Sudah ada kapal yang dicarter untuk distribusikan. Kalau di darat kan mudah, ada armada mobil disiapkan. Kalau gudang penyimpanan di pulau juga tidak butuh yang besar. Cuma butuh ruangan 4×4 saja, itu sudah ada cukup,” jelasnya.
Asrar menambahkan, surat suara yang diterima yaitu untuk Daftar Pemilih Tetap (DPT) ditambah 2,5 persen cadangan itu berjumlah 924.771 lembar. Kemudian untuk PSU 2.000 lembar. “Logistik saat ini yang masuk sudah ada 80 persen. Masih ada beberapa yang sementara dalam pengiriman. Mungkin paling lambat tanggal 2 sudah rampung semua logistik,” bebernya.
Sementara untuk pilkada Bulukumba, ditemukan 1.360 surat suara yang rusak. Pengganti surat yang rusak juga sudah tiba sebanyak 329.781. Proses sortir sudah dilakukan mulai Senin (23/11) pekan lalu.
Surat suara dan sampul surat suara yang dicetak di Surabaya oleh PT Temprina Media Grafika (Jawa Pos Group) ini ditemukan sebanyak 1.360 yang dinyatakan rusak.
“Alhamdulillah, surat suara dan sampul surat suara yang rusak sudah kita ajukan kembali. Rencana akan dicetak hari ini Senin (30/11) dan dijemput langsung oleh pihak KPU Bulukumba,” ujar komisioner KPU Kaharuddin.
Kaharuddin menambahkan, sejak ditemukannya surat suara yang rusak, pihak KPU Bulukumba langsung mengusulkan untuk diadakan penggantian surat suara sesuai jumlah yang rusak. Dalam proses penjemputan logistik kertas suara dilakukan pengawasan semaksimal mungkin.
“Logistik kertas suara ini cukup sensitif, jadi harus menjadi perhatian bersama. Sebab ini yang akan digunakan oleh pemilih di TPS 9 Desember nanti,” tandas Kaharuddin.
Sementara di Barru, KPU juga kekurangan 1.705 surat suara. KPU telah menerima kertas suara sejak 21 November, namun sejumlah masalah masih harus dihadapi pihak penyelenggara. Sebab ratusan kertas suara yang dikirim mengalami kerusakan.
Jumlah kertas suara yang diterima KPU Barru berdasarkan manifest (pengiriman) sebanyak 135.546 , sedangkan yang diterima 132.755. Di antara yang diterima itu, dalam kondisi baik sebanyak 131.841 lembar dan yang rusak 914 lembar.
Ketua KPU Barru Syarifuddin H Ukkas, mengemukakan bila dari pengiriman kertas suara ke Barru juga ada yang kurang sebanyak 791. “Secara total masih ada kekurangan kertas suara sebanyak 1.705. Kami sudah laporkan jumlah kertas suara rusak bersama kekurangan yang dibutuhkan,” ujar Syarifuddin, Senin (30/11)
Di Tana Toraja, ada sebanyak 11.556 lembar surat suara ditemukan rusak. “Surat suara rusak ditemukan saat proses penyortiran yang dilakukan relawan KPU di Gudang Hotel Puri Artha Makale,” terang komisioner KPU Tana Toraja Divisi Teknis Penyelenggara Rahmat Hidayat, Senin (30/11).
Surat suara rusak sudah diganti rekanan dan telah diterima KPU Tana Toraja.
Mengenai pemusnahan surat suara rusak akan dikonsultasikan dengan Bawaslu, seraya menunggu petunjuk KPU Pusat. ”KPU membutuhkan surat suara 173.477 lembar berdasarkan jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT), ditambah 2,5 persen untuk cadangan atau sekitar 178.082 total lembar surat suara,” pungkas Rahmat Hidayat
Adapun untuk pilbup Gowa, KPU juga sudah mengajukan penambahan sebanyak 10.302 lembar surat suara. Proses penyortiran surat suara di aula kantor KPU Gowa telah berjalan. Penyortiran yang dilakukan 135 orang ini mampu menyelesaikan pelipatan di hari keempat dari estimasi lima hari.
Sejak Rabu (25/11) siang, penyortiran rampung. Di hari keempat itu tersisa 50 orang tenaga pelipat yang menuntaskannya.
Dari 545.921 lembar termasuk surat suara PSU 2.000 lembar yang dilipat KPU Gowa saat tiba Sabtu (21/11) malam lalu, total kekurangan surat suara mencapai 10.302 lembar. Kekurangan ini disebabkan 8.000 lembar di antaranya kategori rusak, yakni karena lembar surat suaranya terpotong, sobek, hingga terdapat noda tinta dan gradasi warna pada gambar.
“Jadi surat suara yang kita terima sejak pekan lalu itu sebanyak 545.921 lembar, itu termasuk 2.000 lembar untuk PSU. Dari jumlah itu, baik karena kekurangan jumlah maupun karena kerusakan, totalnya 10.302 lembar kekurangan surat suara kita. Makanya, sekarang kita pun sudah mengajukan penggantian ke percetakannya di pusat,” jelas Ketua KPU Gowa Muhtar Muis.
Menurut Muhtar, pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak percetakan untuk meminta penambahan surat suara. “Sekarang sudah minta tambahan kekurangan ke penyedia surat suara,” ujarnya.
Untuk Soppeng, KPU masih melakukan sortir dan belum ada laporan soal jumlah surat suara yang rusak. Adapun untuk KPU Pangkep juga belum memberi laporan soal jumlah kertas suara yang rusak. “Komisioner lagi sibuk mempersiapkan debat ketiga,” ujar salah seorang staf KPU Pangkep. (ita-sar-min-udi-gus)
KPU Siapkan Ribuan Kertas Suara untuk PSU
