MAKASSAR, BKM–Akademisi dari Unibos Dr Arief Wicaksono menilai aparat kepolisian tidak maksimal dalam melakukan tugas pengamanan.
Hal itu lantaran adanya rekomendasi agar debat ketiga tetap dilakukan diluar Makassar atau Jakarta dengan pertimbangan keamanan.
Pada gelaran dua kali debat sebelumnya, atas pertimbangan keamanan juga digelar di luar Makassar.
Menurut Arief yang juga Dekan FISIP Universitas Bosowa, keputusan tersebut berlebihan. “Terkait dengan pernyataan Kapolrestabes tentang debat ketiga Pilwali Makassar 2020 yang direkomendasikan untuk dilaksanakan di luar Makassar adalah berlebihan,”ujar Arief Wicaksono, Senin (30/11).
Alasan Arief menyebutnya berlebihan dikarenakan, anggaran yang digelontorkan Pemkot Makassar termasuk untuk keamanan jumlahnya cukup besar.
Apalagi anggaran keamanan yang dihibahkan Pemkot milyaran rupiah kepada Kepolisian melalui KPU perlu dipertanggungjawabkan secara transparan kepada publik dikarenakan anggaran pengamanan tersebut juga dengan persetujuan DPRD.
“Artinya, dengan jumlah anggaran tersebut, seharusnya pengamanan debat bisa lebih maksimal. Kejadian penikaman salah satu pendukung paslon pada debat pertama, adalah bukti bahwa pengamanan kepolisian tidak maksimal,”pesannya.
Juru bicara pasangan Munafri Arifuddin-Abd Rahman Bando (Appi-Rahman), Fadli Noor menanggapi santai wacana debat ketiga di Jakarta. “Kami menyesuaikan dengan apapun keputusan KPU,” kata Fadli. Hanya saja Fadli yang juga ketua PSI Sulsel ini meminta pihak KPU dan Polrestabes Makassar menjelaskan kondisi terkini menyangkut keamanan.
“Sebaiknya KPU bersama aparat keamanan menjelaskan secara terbuka kepada publik terkait kondisi keamanan yang ada saat ini,” tutupnya.
Hingga kini, KPU masih melakukan mediasi terkait lokasi debat ketiga. Walaupun sebelumnya, Polrestabes Makassar merekomendasikan debat ketiga diadakan di luar Makassar.
“Malam ini atau besok kami masih akan rapat koordinasi dengan Pak Kapolrestabes. Belum final, kami harapkan tetap di Makassar,” ujar Komisioner KPU Makassar Endang Sari.
Menurut Endang, ada beberapa hal sehingga debat ketiga tidak bisa digelar di luar Makassar.
“Kami tidak bisa tinggalkan Makassar disaat genting seperti sekarang. Karena beberapa hari jelang hari H, kami harus permantap konsolidasi persiapan hari pencoblosan, sehingga harus stay di Makassar,” kata akademisi Unhas itu.
Kemudian lanjut dia, ada banyak hal-hal teknis pelaksanaan yang harus dikawal penuh.
“Misalnya bimtek KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara), persiapan SDM, persiapan LPPDK (Laporan Penerimaan dan Pengeluaran Dana Kampanye),” ujar Endang.
Lalu distribusi logistik. Saat ini logistik sudah mulai masuk, sehingga harus dipastikan terdistribusi ke wilayah masing-masing.
Termasuk bagaimana mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
Ia memisalkan, ada logistik yang tidak cukup dan rusak. Kemudian daerah Makassar yang terluar, susah diakses.
“Ini butuh konsentrasi penuh, sehingga sekali lagi, kami tidak bisa meninggalkan Makassar dalam beberapa hari menjelang hari H,” jelasnya.(jun/rif)
Nilai Kepolisian Tidak Maksimal
