Site icon Berita Kota Makassar

Laju Inflasi Indonesia Semakin Cepat

JAKARTA, BKM — Laju inflasi Indonesia semakin cepat. Mimpi buruk deflasi selama tiga bulan beruntun sudah berlalu. Namun bukan berarti daya beli rakyat sudah kembali seperti masa sebelum pandemi virus Corona (Coronavirus Disease-2019/Covid-19).
Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan, inflasi November 2020 sebesar 0,28 persen Month-to-Month (MtM). Terakselerasi dibandingkan bulan sebelumnya yaitu 0,07 persen. Sementara inflasi tahunan (year-on-year/YoY) per November 2020 berada di 1,59 persen. Juga lebih cepat dibandingkan Oktober 2020 yang sebesar 1,44 persen.
Menurut kelompok pengeluaran, kelompok makanan, minuman, dan tembakau menyumbang inflasi terbesar. Angkanya mencapai 0,86 persen MtM dan 2,87 persen YoY.
”Memang perlu diwaspadai terkait dimulainya musim penghujan dan libur panjang. Ke depan, terkait cuaca seperti ombak dan curah hujan tinggi bisa menghambat distribusi barang dari produsen ke konsumen,” kata Setianto, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS seperti dikutip dari salah satu media.
Setianto menambahkan, komoditas pangan yang mengalami kenaikan harga di antaranya adalah daging ayam ras, telur ayam ras, dan cabai merah. Biasanya pasokan komoditas-komoditas ini terkendala saat musim hujan, baik dari produksi maupun distribusinya.
Oleh karena itu, percepatan laju inflasi lebih disebabkan terganggunya pasokan. Sepertinya belum menjadi pertanda bahwa permintaan sudah pulih.Kelesuan permintaan tergambar dari laju inflasi inti. Pada November 2020, inflasi inti tercatat 1,67 persen YoY. Ini adalah yang terendah sejak BPS melaporkan data inflasi inti pada 2004. (int)

Exit mobile version