GOWA, BKM — Pjs Bupati Gowa, Andi Aslam Patonangi berharap vaksin corona virus disease 2019 (Covid-19) segera dilaksanakan. Hal itu dikatakannya saat mengikuti Rakor terbatas pengadaan vaksin dan pelaksanaan vaksinasi dalam rangka penanggulangan Covid-19 secara virtual di ruang kerjanya, Senin siang (30/11).
Pjs Bupati Gowa ini mengatakan, pelaksanaan vaksin itu penting agar persoalan Covid-19 yang terjadi secara global termasuk di Kabupaten Gowa bisa cepat terselesaikan.
”Kita berharap dengan adanya vaksin ini akan tercipta secepatnya imunitasi masyarakat kita. Ini kan masalahnya pada Covid-19. Apa yang terjadi pada ekonomi kita akarnya dari Covid-19. Kalau kita bisa segera sembuh dari Covid-19, tentunya juga kegiatan masyarakat kita yang lain seperti ekonomi, sosial, budaya dan agama sudah bisa jalan normal lagi,” kata Aslam.
Dikatakan, Pemerintah Kabupaten Gowa siap mendukung dan mensukseskan pelaksanaan vaksin ini seperti menyiapkan tempat penyimpanan vaksin yang sesuai rekomendasi Kementerian Kesehatan RI yakni 2-8 derajat celcius agar vaksin betul-betul terjaga.
Selain itu, Pemkab Gowa juga akan melakukan sosialisasi terkait vaksinasi yang akan dilakukan ini. Menurutnya hal ini juga sangat penting untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat agar proses vaksin bisa berjalan dengan efektif.
”Kita harus menjelaskan kepada masyarakat bahwa tidak semuanya divaksin. Karena masih terbatas jumlahnya. Kemudian ada segmen tertentu yang divaksin yaitu umur 18 sampai 59 tahun. Ini yang harus dijelaskan bahwa di bawah 18 tahun dan di atas 59 tidak vaksin,” kata Aslam.
Dalam Rrakor itu, Menteri Dalam Negeri RI, Tito Karnavian, mengatakan, vaksin ini merupakan hal sangat penting untuk menjadi solusi dari pandemi Covid-19. Olehnya itu, pelaksanaan vaksin ini harus berjalan dengan sukses.
Dukungan pemerintah daerah dalam hal ini bupati dan walikota sangat dibutuhkan untuk mensukseskan vaksinasi Covid-19. Apalagi kata Tito, dari pemaparan Menteri Kesehatan RI, masih ada masyarakat yang menolak vaksinasi.
Sementara itu, Menteri Kesehatan RI, Terawan Agus Putranto, mengatakan, saat ini progres vaksin di Indonesia sudah tahap uji klinik fase 3 platform inactivated SAR Cov 2 yang diperkirakan selesai akhir tahun 2020. (sar)
