MAKASSAR, BKM– Pemerintah Kota Makassar akan fokus pada investasi dan pengembangan pariwisata tahun depan.
Dua sektor itu diyakini bisa berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi yang saat ini diterjang badai pandemi covid-19.
Khusus untuk sektor pariwisata, salah satu yang menjadi perhatian Pemkot Makassar adalah pengembangan kawasan kepulauan.
Pj Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin mengemukakan agar bisa bersaing dengan wisaya kepulauan di Asia Tenggara, konsepnya harus dirancang secara baik dan profesional.
Rudy Djamaluddin mengatakan, semua proses pembangunan di wilayah kepulauan tak asal dibangun. Riset atau meninjau langsung sudah dilakukan.
“Kita ini punya potensi pulau yang luar biasa. Contoh Pulau Lanjukang. Kalau kita ke sana potensinya alam dan biota laut serta spot yang ditawarkan sangat bagus. Bahkan lebih baik jika dibandingkan dengan pesona wisata di Maladewa, Asia Selatan,” ujarnya.
Selain potensi pulau terluar, dalam menggaet kunjungan wisatawan ke Makassar, untuk objek wisata kemaritiman/ difokuskan pada tiga pulau yakni Pulau Lae-lae, Kodingareng, dan Samalona.
Kepala Bidang Promosi Dinas Pariwisata Kota Makassar, Muhammad Roem mengatakan, sejak 2019 lalu, pembenahan infrastruktur di tiga pulau tersebut telah dilakukan dengan menggelontorkan anggaran sekira Rp1 miliar.
Pembenahan ini dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan mulai dari aksesibilitas, papan bicara, hingga menghadirkan fasilitas gazebo.
Diketahui, tahun 2019 lalu, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Makassar meningkat 5,20 persen. Namun untuk wisatawan domestik justru anjlok hingga 6,6 persen akibat melambungnya harga tiket pesawat. (rhm)
Genjot Infrastruktur Pulau untuk Pariwisata
