Site icon Berita Kota Makassar

Mari Jaga Stabilitas Keamanan dan Politik di Sulsel

MAKASSAR, BKM — Pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak dihelat besok, Rabu (9/12). Satu kota dan 11 kabupaten di Sulsel akan menggelar pesta demokrasi ini. Harapan agar pelaksanaannya berlangsung lancar, aman, dan kondusif pun disampaikan.
Gubernur Sulsel HM Nurdin Abdullah, meminta agar stabilitas keamanan dan politik tetap terjaga dalam pemilihan besok. Khususnya di Kota Makassar.
“Yang kita butuhkan adalah stabilitas politik Sulsel ini harus bagus. Stabilitas keamanan Makassar ini juga harus bagus. Untuk itu mari kita jaga itu semua. Karena ada pekerjaan besar di hadapan mata kita, yaitu pemulihan ekonomi. Kedua, melindungi masyarakat dari covid,” kata Nurdin, kemarin.
Ia menegaskan bahwa kunci stabilitas politik ada pada masing-masing pasangan calon (paslon) yang harus merawat keamanan selama kontestasi politik berlangsung. Apabila setiap paslon ingin menang dengan cara terhormat, harus saling menghargai proses pilkada ini.
“Saya kira kuncinya ada pada para paslon. Mau menang terhormat, saya kira patuhi rambu-rambu yang ada. Jangan memprovokasi masyarakat untuk membuat anarkis. Hargai paslon yang lain,” tandasnya.
Selain itu, paslon agar tetap mengedepankan penyampaian gagasan untuk masyarakat, sehingga bisa menjadikannya sebagai acuan untuk memilih. “Sampaikan terus gagasan supaya masyarakat itu punya harapan. Kalau saya pilih si A, akan begini. Kota akan begini. Kalau saya pilih si B akan begini. Saya kira itu. Bukan justru kita saling melemahkan. Jadi, ini adalah festival gagasan. Tinggal bagaimana, siapa yang bisa meyakinkan rakyat,” terangnya.
Harapan yang sama disampaikan Ketua DPRD Sulsel Andi Ina Kartika Sari. “Saya berharap pesta demokrasi pilkada ini bisa berjalan dengan baik, tertib dan aman. Pelaksanaannya di tengah pandemi covid-19, hendaknya protokol kesehatan diterapkan dengan ketat,” ujarnya mengingatkan.
Selain itu, legislator Partai Golkar Sulsel ini juga berharap agar penyelenggara dapat bekerja dengan baik. “Untuk para penyelenggara, perlihatkanlah kinerja kerja yang baik, adil, dan tidak memihak. Terkhusus untuk para paslon, usaha telah dilakukan. Saat ini tinggal menunggu hasil di tanggal 9 Desember. Berserah diri kepada Allah Swt. Siapapun yang terpilih nantinya dan ditetapkan sesuai aturan dan mekanisme, maka itulah yang menjadi keinginan serta pilihan rakyat di daerahnya,” pungkas Andi Ina Kartika.
Penjabat Wali Kota Makassar Rudy Djamaluddin, juga berharap pesta demokrasi pemilihan wali kota dan wakil wali kota berlangsung dalam suasana yang kondusis. Bersama aparat TNI/Polri, ia mengajak seluruh masyarakat untuk menciptakan suasana yang sejuk di Kota Makassar hingga hari H pencoblosan. Sehingga sebua tetap berjalan dengan sehat, damai, aman dan demokratis.
”Saya juga mensupport penuh jajaran forkopimda, aparat TNI/Polri yang telah mendukung penuh seluruh rangkaian pengamanan menjelang pilwali, saat pencoblosan, dan setelah hari H. Kepada seluruh warga Kota Makassar agar menerapkan aturan protokol kesehatan, utamanya menghindari kerumunan jelang dan saat pencoblosan pilwali hingga perayaan Natal dan tahun baru nanti,” tandasnya.

Dikawal 2.962 Personel Keamanan

Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Witnu Urip Laksana memimpin Apel Pergeseran Pasukan di Lapangan Karebosi, Senin siang (7/12). Ratusan personel gabungan TNI/Polri ambil bagian dalam kegiatan ini. Mereka akan dilibatkan dalam pengamanan pemungutan dan penghitungan suara pilwali Makassar. Dandim 1408 Kolonel Kav Dwi Irbaya Sandra dan Pj Wali Kota Makassar Rudy Djamaluddin hadir dalam acara ini.
Di depan peserta apel, Kombes Pol Witnu Urip Laksana meminta para personel yang terlibat agar melaksanakan tugas sebaik-baiknya. Menurutnya, potensi kerawanan memerlukan pengamanan yang dapat mengganggu keamanan stabilitas pilwali. Untuk itu, ia memerintahkan kepada seluruh jajaran untuk mengawal dengan sebaik-sebaiknya.
Tak lupa ia menekankan agar seluruh personel menjunjung tinggi netralitas. “Saya berharap kepada seluruh jajaran agar menjunjung tinggi netralitas dalam pilkada tahun 2020 ini. Jangan terlibat di dalamnya,” tandas kapolrestabes
Untuk pelaksanaan pemungutan suara, disiagakan sebanyak 2.962 personel pengamanan. Terdiri dari
1.454 personel Polrestabes Makassar, dan 1.238 lainnya dari jajaran Polda Sulsel. Mereka akan disebar di 2.249 tempat pemungutan suara (TPS) yang masuk dalam wilayah hukum Polrestabes Makassar. (nug-arf-rhm)

Exit mobile version