JAKARTA, BKM — Penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) masih berlanjut disisa tahun 2020. Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI), I Gede Nyoman Yetna, mengungkapkan, BEI masih mengantongi 20 perusahaan dalam pipeline-nya.
Jumlah ini terhitung setelah pencatatan saham PT Djasa Ubersakti Tbk (PTDU) yang berlangsung Selasa (8/12). Sebanyak 11 perusahaan diperkirakan melakukan IPO pada Desember 2020.
”Rincian kategori aset, dua perusahaan aset skala menengah (aset antara Rp 50 miliar hingga Rp 250 miliar) dan sembilan perusahaan aset skala besar (aset di atas Rp 250 miliar),” jelas Yetna seperti dikutip dari salah satu media, Selasa (8/12).
Adapun kategori aset itu berdasar defenisi yang tertuang dalam POJK Nomor 53. Dilihat dari sektornya, sektor perdagangan, jasa, dan investasi masih mendominasi dengan jumlah tiga perusahaan.
Satu perusahaan dari sektor keuangan, dan satu perusahaan dari sektor properti, real estate dan konstruksi bangunan. Sementara itu, sektor industri barang konsumen, sektor agrikultur, dan sektor aneka industri masing-masing mengantongi dua perusahaan.
Mengutip catatan RTI Business, dalam waktu dekat PT Trimitra Prawara Goldland Tbk (ATAP) akan segera masuk bursa. Calon emiten ini dijadwalkan melakukan listing pada Jumat (11/12).
ATAP telah melakukan penawaran umum sejak 2 Desember 2020 hingga 4 Desember 2020. ATAP melepas 250 juta saham dengan harga penawaran Rp 100. Dengan demikian, total dana yang diperoleh mencapai Rp 25 miliar.
Setelah ATAP, bursa akan kehadiran PT Victoria Care Indonesia Tbk (VICI) pada Senin (14/12). Mulai hari ini hingga 11 Desember 2020, perusahaan kosmetik dan perawatan tubuh itu tengah menggelar penawaran umum. VICI melepas 1,01 miliar saham dengan harga penawaran Rp100 per saham. Sehingga, total dana yang dikantongi mencapai Rp100,8 miliar. (int)
11 Perusahaan akan Lakukan IPO
