MAKASSAR,MBKM–Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah mengungkapkan, masih menunggu petunjuk teknis (juknis) mengenai jatah vaksin siap pakai dari perusahaan biofarmasi asal Cina, Sinovac, yang jumlahnya mencapai 1,2 juta. Jika juknis tersebut telah ada, vaksin akan siap diedarkan di Sulsel.
“Kita menunggu Juknis. Yang pasti, kita siapkan tempat pembekuan storage,” kata Nurdin Abdullah, kemarin.
Nurdin Abdullah meminta kepada Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, Ichsan Mustari, agar menyiapkan terlebih dahulu data klinis masing-masing warga di Sulsel.
“Saya juga minta Kadis Kesehatan siapkan data kilinis masing-masing warga, dan mulai nanti kita coba buat programnya,” ujarnya.
Mengenai siapa yang harus diprioritaskan, kata Nurdin, tetap masih menunggu juknis dari pemerintah pusat mengenai pembagian dan metode penetapannya.
“Siapa yang menjadi prioritas dulu, karena ada dua, silahkan yang mau cepat ada vaksin mandiri, tapi kalau dari pemerintah tentu harus ikut aturan dari pemerintah,” tuturnya.
Sementara itu, Juru Bicara Gubernur Sulsel, Veronica Moniaga menambahkan, ada lima jenis vaksi yang akan digunakan di Indonesia. Namun sampai saat ini, belum diketahui jenis vaksin yang akan digunakan untuk vaksinasi Covid-19 di Indonesia.
“Pemprov Sulsel sendiri masih menunggu juknis dari pemerintah pusat. Namun, dari penjelasan Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel sendiri memastikan bahwa vaksin Covid-19 yang sudah ada di Indonesia ini belum bisa digunakan bulan Desember ini,” katanya.
Veronica mengakui, bisa saja guru dan siswa masuk skala prioritas penerima vaksin covid-19.
“Belum ada juga juknisnya soal itu. Tapi kemungkinan besar guru-guru akan disuntikkan vaksin covid-19, namun siswa-siswinya belum diketahui apakah disuntikkan vaksin juga atau tidak,” ujarnya.
“Namun jelas skala prioritas yang akan disuntikkan vaksin Covid-19 yakni tenaga medis dan tenaga ahli. Pemprov Sulsel pun masih menunggu petunjuk dari Pemerintah Pusat,” tambahnya.
Diketahui, sebanyak 1,2 juta dosis vaksin Sinovac siap suntik tiba di Indonesia. Berdasarkan data dari pemerintah pusat, nantinya akan ada 1,8 juta dosis vaksin siap suntik yang tiba di Indonesia pada Januari 2021. Dan juga akan tiba 45 juta dosis bahan baku curah untuk pembuatan vaksin covid-19. Sebanyak 45 juta dosis bahan baku itu akan tiba di Indonesia dalam dua tahap.(nug)
