Site icon Berita Kota Makassar

Mencoblos, Warga Wajib Taati Protokol Kesehatan

MAROS, BKM — Antusiasme warga Maros untuk menggunakan hak politiknya tetap tinggi. Padahal, pada pagi harinya hujan mengguyur di beberapa wilayah. Pantauan wartawan pada Rabu pagi (9/12) di TPS 09, Kelurahan Taroada, Kecamatan Turikale, tempat Bupati Maros, HM Hatta Rahman mencoblos tampak ramai dikunjungi masyarakat.
Menurut Hatta Rahman, pencoblosan kali ini sedikit berbeda dari sebelumnya. Pasalnya, masyarakat masih berada dimasa pandemi Covid-19. Sehingga penerapan protokol kesehatan harus lebih diutamakan di setiap TPS.
Dalam pelaksanaan pencoblosan di TPS, Panitia KPPS telah memberlakukan penerapan protokol kesehatan yang ketat. Setiap warga sebelum mendaftar ke petugas untuk menggunakan hak politik wajib mencuci tangan pakai sabun di alir mengalir yang disiapkan di pintu masuk TPS.
”Masa pencoblosan ini dilaksanakan di masa pandemi  Covid-19, dan berbeda dari biasanya. Karena pemilih wajib mentaati protokol kesehatan, salah satunya masker. Selain itu warga sebelum masuk, wajib untuk cuci tangan. Ini merupakan salah satu ikhtiar kita untuk pelaksanaan pilkada tetap berjalan lancar, juga protokol kesehatan juga terlaksana,” jelasnya.
Selain tempat cuci tangan panitia KPPS juga menyediakan hand sanitazer di tempat petugas mencatat nama pemilih kemudian baru diberikan surat suara beserta sarung tangan plastik dengan alat tulis sendiri baru kemudian menuju bilik suara untuk mencoblos.
Hatta Rahman berharap, Pilkada kali ini akan menghasilkan pemimpin Maros yang lebih baik, dan mampu menjadikan Maros lebih sejahtera. ”Tentu saja harapan kita ya, Maros mendapatkan pemimpin yang baik, serta bisa membawa Maros lebih sejahtera,” tegasnya.
Tak hanya itu, Hatta Rahman juga berharap besar tingkat partisipasi pemilih melebihi 75 persen dari total jumlah pemilih di Maros. ”Kita berharap sih, jumlah tingkat partisipasi lebih dari 75 persen atau setidaknya mencapai 80 persen. Karena ini merupakan momen masyarakat memilih pemimpin Maros ke depan,” pungkasnya. (ari/c)

Exit mobile version