Site icon Berita Kota Makassar

Pedesterian Tanjung Bunga Masih 50 Persen

MAKASSAR, BKM– Di pengujung tahun 2020 ini, Pemerintah Kota Makassar menggenjot pengerjaan proyek pembangunan pedesterian di kawasan Tanjung Bunga.
Namun sayang, proyek tersebut menemui berbagai kendala yang bisa menghambat perampungannya secara tuntas. Salah yang dihadapi terkait pembebasan lahan.
Seperti yang ditemukan di beberapa titik di lokasi proyek tersebut saat ini sementara dikerjakan. Beberapa papan bicara tertulis “Lokasi tidak dapat dikerjakan karena terkendala lahan.”
Selain itu, juga ditemukan kendala berupa adanya jaringan utilitas sehingga lokasi dimaksud tidak dapat dikerjakan.
Tentu saja persoalan itu bakal menjadi sandungan bagi Pemkot Makassar yang mendapat sokongan penuh dari Pemprov Sulsel untuk mewujudkan proyek itu. Padahal, pedesterian bintang lima itu diharapkan bisa tuntas pada akhir Desember mendatang.
Ditemui belum lama ini,Pj Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin mengatakan, sejauh ini progres pembangunan pedesterian Metro Tanjung Bunga tersebut masih di bawah 50 persen.
Meski begitu, pihaknya terus mendorong agar proyek prestisius ini bisa dikebut.
Makanya, saat ini Badan Pertanahan Nasional (BPN), Dinas Pertanahan Kota Makassar, Dinas Pekerjaan Umum Kota Makassar, dan PT Nindya Karya selaku kontraktor terus berkomunikasi dalam mencari solusi agar proyek ini bisa tuntas.
Dia menambahkan, kalaupun proyek yang dikerjakan PT Nindya Karya tersebut tidak bisa dituntaskan sesuai target yang telah ditentukan, ada aturan main yang berlaku.
“Sesuai ketentuan, perusahaan yang mengerjakan proyek tersebut akan dikenakan denda jika tidak tuntas sesuai kontrak kerja,” ungkapnya.
Kepala Bidang Bina Teknik Dinas PU Makassar, Ansuard mengatakan ada tiga tahap pengerjaan proyek. Tahap pertama yang saat ini sedang berjalan dengan anggaran sekitar Rp120 miliar. Sementara Rp250 miliar yang diusulkan belum menuntaskan seluruh bagian dari rencana mega proyek.
“Karena ada juga yang dari titik nol (Danau Tanjung Bunga sampai jembatan Barombong). Itu masuk bagian dari tahapan itu. Dan kalau kita estimasikan proyek ini butuh Rp600 miliar,” jelas dia. (rhm)

Exit mobile version