Site icon Berita Kota Makassar

Lebih 100 Kasus Sehari, Enam Puskesmas Ditutup

PEMERINTAH Kota Makassar melalui Dinas Kesehatan memasifkan swab test sebagai salah satu langkah pencegahan menyebarnya covid-19. Sejak 3 Desember lalu, Dinkes membuka layanan swab massal di 15 kecamatan yang tersebar di berbagai puskesmas. Layanan tes usap gratis ini berlangsung sampai 23 Desember mendatang.
Hingga Senin (14/12), menurut Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar Agus Djaja Said, sudah 2.000-an orang yang melakukan swab. Hasilnya cukup mencengangkan. Sebab, tercatat ratusan orang terdeteksi terpapar corona.
“Ada ratusan yang terpapar. Untuk beberapa hari terakhir paling banyak. Kemarin, sebanyak 146 orang. Sehari sebelumnya juga lebih 100 orang. Biasanya kan di bawah 50,” ungkap Agus Djaja Said saat ditemui di Baruga Anging Mammiri, Senin (14/12).
Dia melanjutkan, saat ini, masih banyak yang masih ditunggu hasilnya. Jadi kemungkinan akan terus bertambah.
Bagi yang pemeriksaan swabnya menunjukkan hasil positif, kata dia, Satgas Covid-19 langsung melakukan tracing untuk mengetahui riwayat kontak langsung dan tempat-tempat yangpernah dikunjungi.
Yang cukup mengkhawatirkan, menurut Agus, banyak tenaga kesehatan saat ini yang juga terpapar covid-19. Akibatnya, sekitar enam puskesmas di Makassar terpaksa ditutup sementara untuk dilakukan penyemprotan disinfektan terlebih dahulu. Sementara tenaga kesehatan yang terpapar diminta melakukan isolasi mandiri. “Ada belasan tenaga kesehatan yang terpapar. Ini cukup mengkhawatirkan,” terangnya.
Diapun meminta masyarakat untuk tidak memandang enteng kondisi yang terjadi saat ini. Pasalnya, dikhawatirkan terjadi gelombang kedua yang diprediksi akan lebih parah dibanding sebelumnya.
“Teman jangan pandang enteng ini covid. Karena gelombang kedua bisa jadi lebih berbahaya. Jadi hati-hatiki semua. Banyak klaster yang sudah terjadi,” ungkapnya.
Dia menegaskan, makin banyak yang terpapar, akan menyulitkan tenaga kesehatan melakukan perawatan. Karena jumlah nakes dan kapasitas rumah sakit yang sangat terbatas.
Seperti di RS Daya yang hanya memiliki 36 bed untuk pasien covid-19. Saat ini sudah terisi sekitar 10 bed. Ada beberapa pasien lagi yang rencananya akan dimasukkan ke sana. Karena itu, jika memungkinkan pasien covid melakukan isolasi mandiri, akan diupayakan seperti itu.

23.199 Terkonfirmasi Positif

Selain di Makassar, kasus penyebaran covid-19 di Sulawesi Selatan juga mengalami peningkatan. Berdasarkan data Satgas Covid-19 Sulsel, hingga 13 Desember 2020, tercatat total sudah ada 23.199 orang yang terkonfirmasi positif.
Data pada 13 Desember saja, ada 318 orang yang terkonfirmasi positif. Sementara selama covid-19 merebak, telah ada 531 orang meninggal dunia di Sulsel. Yang sembuh mencapai 19.472 orang.
Kepala Dinas Kesehatan Sulawesi Selatan Ichsan Mustari, tidak menampik terjadinya peningkatan yang cukup signifikan kasus covid-19 di Sulsel. Kenaikan itu dipicu oleh pergerakan orang banyak dan tidak mengindahkan protokol kesehatan dengan baik.
“Pergerakan ini tidak bisa kita hindari karena aktivitas harus berjalan. Itu sudah jadi kesepakatan kita, sehingga ada yang namanya aktivitas kebiasaan baru,” jelasnya.
Untuk protokol kesehatan sendiri, Ichsan menegaskan harus tetap berjalan. Ia mengingatkan, upaya menekan penularan covid-19 di Sulsel merupakan tanggung jawab seluruh pihak dan sifatnya individu.
“Protokol kesehatan ini harus diterapkan oleh semua orang, Siapa saja, di mana saja, dan kapan saja. Kita hanya bisa saling mengingatkan dan kembali ke individu itu sendiri apakah ingin menerapkan protokol kesehatan atau tidak,” ungkap Ichsan.
Jika protokol kesehatan ini tidak diindahkan, maka angka kasus positif covid-19 diperkirakannya akan terus mengalam peningkatan.
Sementara Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah mengaku pihaknya akan lebih memasifkan program trisula. Yaitu tracing, testing, dan edukating. “Jadi upaya kita sekarang ini perbanyak swab test dan
rapid test, supaya tingkat penularan bisa turun,” terang Nurdin.
Ia juga telah meminta kepada pemerintah kabupaten/kota untuk bersinergi dalam menekan laju penyebaran covid-19 di daerah masing-masing. (rhm-nug)

Exit mobile version