MALILI, BKM — Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Kabupaten Luwu Timur melaksanakan kegiatan pelatihan kewirausahaan. Sebanyak 70 UKM terlibat dalam pelatihan kewirausahaan dibuka Sekkab Luwu Timur, H. Bahri Suli di Aula Hotel Sikumbang Kecamatan Tomoni belum lama ini.
Kadis Perdagangan, Koperasi dan UKM, Rosmiyati Alwi mengatakan, berbagai upaya telah dilakukan Pemerintah selama ini baik itu berupa pelatihan pendampingan pengembangan usaha, menyediakan pembiayaan dengan bunga rendah melalui program kredit usaha rakyat (KUR) dan bansos bantuan Presiden produktif usaha mikro (BPUM) sebesar Rp. 2,4 juta untuk setiap pelaku usaha mikro.
“Khusus di Luwu Timur, sebanyak 10.243 UMKM telah ditetapkan sebagai calon penerima BPUM dengan realisasi penyaluran mencapai 51 persen,” kata Rosmiyati.
Pelatihan bertujuan meningkatkan kualitas SDM Wirausaha yang profesional, berbasis teknologi yang berlangsung selama tiga hari dari tanggal 27-29 November 2020 dengan narasumber dari Asosiasi Business Development Service Korwil Sulsel yang merupakan bagian dari Plut Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sulsel.
Sekkab Luwu Timur, H. Bahri Suli saat membuka acara pelatihan mengatakan, ditengah kondisi pandemi Covid-19 ini, hampir semua sektor mengalami krisis yang berdampak pada semua sendi kehidupan masyarakat termasuk kegiatan usaha pelaku UMKM.
Melalui Kebijakan Pemulihan Ekonomi Nasional ditengah pandemi pemerintah mengeluarkan beberapa kebijakan berupa Stimulus Keuangan untuk meringankan beban bagi pelaku UMKM, antara lain Relaksasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) serta pemberian Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM) bagi pelaku UMKM, dengan harapan agar pelaku UMKM dapat terus mengembangkan usahanya.
Pembinaan dan Pengembangan pelaku UKM belumlah maksimal, Karena itu dengan lahirnya pola kebijakan baru dalam memberdayakan pelaku UMKM termasuk koperasi diharapkan iklim berusaha dapat lebih memudahkan dalam mengatasi setiap permasalahan yang dihadapi. (rls)