Site icon Berita Kota Makassar

Makassar Bisa Kembali ke Zona Merah

MAKASSAR, BKM — Kasus covid-19 di Makassar dalam beberapa waktu terakhir mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Data dari Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kota Makassar mencatat, selama lima hari belakangan, warga yang konfirmasi positif mengalami penambahan lebih dari 100 per hari.
Pada tanggal 10 Desember 2020 misalnya, tercatat penambahan sebanyak 84 kasus. Sehari kemudian, atau 11 Desember bertambah 110 kasus. Selanjutnya 12 Desember 104 kasus, 13 Desember 146 kasus, dan pada Senin (14/12) terdapat penambahan 102 kasus. Angka penambahan terbanyak ditemukan di Kecamatan Biringkanaya, Panakkukang, Tamalate, Tamalanrea, dan Manggala.
Peningkatan tersebut cukup mengkhawatirkan. Karena beberapa pekan sebelumnya, pertambahan kasus covid sudah berada di bawah 50-kasus. Jika kondisi seperti ini masih terus berlanjut, kata Penjabat Wali Kota Makassar Rudy Djamaluddin, tidak menutup kemungkinan Makassar bisa kembali masuk ke zona merah.
Pj Wali Kota Makassar khawatir jika penambahan kasus covid-19 bakal meningkat lagi ke depan. Pasalnya, ada dua momen yang dinilai bisa memicu peningkatan penyakit menular tersebut. Yakni penyelenggaraan pilkada yang sekitar 10 hari ke depan bisa diketahui, serta potensi kedua yang bisa diantisipasi saat ini, yakni setelah Natal maupun tahun baru.
“Estimasi ke depan, masih ada dua potensi peningkatan covid-19 menanti. Yakni setelah 10 hari pilkada selesai, dan potensi 10 hari usai Natal dan Tahun baru,” ungkap Rudy.
Untuk potensi penambahan jumlah terpapar covid setelah Natal dan Tahun Baru, lanjut dia, masih bisa diantisipasi dan diminimalisir jangan sampai terjadi. Caranya, laksanakan protokol kesehatan secara ketat dan harus berjalan dengan benar. “Kalau potensi Natal dan Tahun Baru bisa dicegah, maka tidak akan terjadi musibah di awal 2021,” terangnya.
Yang cukup meresahkan juga saat ini, seperti laporan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Agus Djaja Said, banyak tenaga kesehatan yang terpapar covid-19. Akibatnya, sejumlah pusat layanan kesehatan masyarakat terpaksa ditutup dulu untuk disemprot disinfektan. Bahkan, Agus menyebut ada enam puskesmas yang ditutup sementara.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Makassar dr Ita Anwar yang dihubungi terpisah, menegaskan bahwa tidak ada puskesmas yang tutup. ”Hanya saja, bila ada yang positif akan ditutup sehari untuk dilakukan penyemprotan disinfektan,” tulisnya melalui pesan WhatsApp, kemarin.
Dokter Ita menjelaskan, puskesmas yang berstatus rawat jalan biasanya beroperasi hingga pukul 14.00 Wita. Sementara untuk rawat inap buka 24 jam. (rhm-jun)

Exit mobile version