Site icon Berita Kota Makassar

Sulsel Masih Tunggu Juknis Vaksinasi

MAKASSAR, BKM — Vaksinasi untuk menekan laju penyebaran covid-19 di Sulawesi Selatan belum bisa dilaksanakan dalam waktu dekat. Kepala Dinas Kesehatan Sulsel Ichsan Mustari mengatakan, untuk vaksin mandiri masih dalam proses pembuatan juknis oleh Kementerian Kesehatan. Hanya saja untuk harganya berkisar Rp200-300 ribu. Satu vaksin digunakan untuk dua kali penyuntikan. “Dosisnya untuk dua kali. Nanti pastinya (harga) ada dari pemerintah,” kata Ichsan.
Terkait jenis vaksin berbayar, juga belum ada kejelasan. Karena ada jenis vaksin yang akan digunakan sesuai instruksi Menkes. Mulai dari vaksin produksi PT Bio Farma, AsteaZeneca, China National Pharmaceutical Group Corporation (Sinopharm), Modern, Pfizer Inc and BioNTech, dan Sinovach Biotech. “Di antara enam vaksin ada yang mandiri, tapi kita belum tahu,” ujarnya.
Terkait vaksin subsidi pemerintah, kata Ichsan, belum bisa digunakan. Sulsel juga belum mendapat jatah dari 1,2 juta vaksin Sinovach yang datang beberapa hari lalu. Kemungkinan vaksinasi dilakukan di 2021 mendatang.
Pasalnya, prosedur vaksinasi masih panjang. Menunggu tiga tahapan, yakni emergency use authorization dari BPOM, tahap uji klinis vaksin yang lain, dan penyediaan fasilitas di masing-masing daerah. “Kita di Sulsel baru mau beli satu coldroom (penyimpanan vaksin). Tapi sudah ada satu sebenarnya,” ujarnya.
Sebelumnya, Gubernur Sulsel HM Nurdin Abdullah mengatakan vaksinisasi masih menunggu juknis. “Kita menunggu juknis. Yang pasti, kita siapkan tempat pembekuan storage,” kata Nurdin Abdullah.
Dia pun meminta kepada Kepala Dinas Kesehatan Sulsel Ichsan Mustari, agar menyiapkan terlebih dahulu data klinis masing-masing warga di Sulsel. “Saya juga minta Kadis Kesehatan siapkan data kilinis masing-masing warga, dan mulai nanti kita coba buat programnya,” ujarnya.
Mengenai siapa yang harus diprioritaskan, Nurdin mengaku tetap menunggu juknis dari pemerintah pusat mengenai pembagian dan metode penetapannya. (nug)

Exit mobile version