Site icon Berita Kota Makassar

Potensi Serapan Investasi Mencapai Rp10 triliun

CREATOR: gd-jpeg v1.0 (using IJG JPEG v62), quality = 90

MAKASSAR, BKM– Sepanjang 2020, Pemprov dan Pemkot memang menjadikan Makassar menjadi titik sentral pembangunan. akselerasi perekonomian di Sulsel akan bertumbuh dengan Makassar sebagai porosnya. Kuncinya di infrastruktur.
Pembangunan berkelanjutan menjadi salah satu opsi terbaik. Pj Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin menjelaskan, di triwulan IV posisi Makassar sudah stabil.
Target pendapatan yang dicanangkan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) sudah menyentuh angka di atas 95 persen. Dengan realisasi capai Rp800 miliar.
“Makassar punya kekuatan ekonomi yang dapat cepat pulih saat diterpa krisis. Salah satunya mampu bangkit di tengah pandemi,” ujarnya, belum lama ini.
Rudy menjelaskan, jika Makassar mampu melesat, maka itu akan berefek ke daerah lain di Sulsel. Makanya posisi Makassar yang strategis dibutuhkan pengelolaan yang sistematis dan terukur. Di antaranya penataan berbasis infrastruktur.
“Kita butuh program yang jangka panjang. Yang dampaknya juga jangka panjang. Tidak sesaat,” katanya.
Keberadaan Makassar New Port (MNP) ditopang dengan akses jalan seperti tol dan pembangunan lain yang akan terkoneksi akan memacu percepatan investasi. Rudy menjelaskan di tengah pandemi terutama di 2021, Makassar punya potensi serapan investasi antara Rp5 triliun hingga Rp10 triliun.
“Kalau bisa kita harus jadi daerah produsen. Selama ini kan kita jadi daerah konsumtif. Produknya dibikin di provinsi lain, lalu Makassar jadi sasaran pemasaran. Itu mau kita balik bagaimana, Makassar produsen. Itu bisa kalau syarat-syarat yang menopang, seperti kemudahan investasi dan jalur transportasi itu bagus. Dan itu semua sudah ada. Sisa dikembangkan,” ungkapnya.
Sebut saja pengembangan kawasan Center Poin of Indonesia (CoI) yang ditandai dengan pembangunan Twin Tower. Lalu pengembangan kawasan Jl Metro Tanjung Bunga dan pembangunan stadion Mattoanging yang berstandar internasional.
Data triwulan III Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) mencatat Makassar jadi daerah penyumbang investasi di Sulsel dengan nilai Rp1,7 triliun. Kontribusinya capai 45 persen dari semua daerah di Sulel.
Kepala Data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Sulsel, Jayadi Nas mengatakan, kebijakan Pemprov yang sejak awal menekankan infrastruktur mampu menyelamatkan Sulsel dari bayang-bayang keterpurukan. Investasi bahkan tumbuh positif.
“Pengawalan proyek besar di Sulsel menjadi prioritas. Ini akan kita dorong. Selain investasi dengan adanya proyek infrastruktur itu bisa menopang efek ekonomi yang multi sektor,” ungkapnya. (rhm)

Exit mobile version