MAKASSAR,BKM–Hingga saat ini Tol Layang AP Petta Rani belum juga difungsikan, padahal pengerjaan tol bagian atas sudah tuntas 100 persen. Pemprov Sulsel mengaku masih menunggu kesiapan Presiden RI, Joko Widodo untuk melakukan peresmian.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Selatan, Muhammad Arafah, bahkan berharap presiden bisa secepatnya meresmikan jalan tol layang ini. Karena bagian jalan di atas tol, dikatakannya telah selesai.
Jika presiden meresmikan, maka jalan tol dikatakannya langsung bisa beroprasi.
“Hanya kami belum tahu kapan jadwal presiden mau ke sini meresmikan. Kalau jadwal begitu kan kita menunggu saja jadwal dari sekretaris negara (Sesneg),” kata Arafah.
Pihak Dishub sendiri dikatakannya, telah melakukan rapat dan pemantauan segala fasilitas yang ada di jalan tol layang. Mulai dari fasilitas rambu-rambu jalan dan fasilitas keselamatan lalu lintas.
Semua fasilitas tersebut dikatakannya telah sesuai dengan prosedur dan tidak ada kendala lagi.
“Jalan yang di atas sudah sesuai. Hanya yang di bawah itu akan dirapatkan lagi. Kita kan tinggal merapikan saja,” tambahnya.
Sepanjang Jalan AP Petta Rani tepat di bawah jalan tol layang memang sempat mendapat sorotan. Pasalnnya, u-turn di jalan tersebut semakin sedikit.
Ditambah lagi, sebagian u-turn juga terpantau dibuka-tutup. Sehingga terkadang merepotkan beberapa pengguna jalan hingga menyebabkan kemacetan.
Namun Arafah menegaskan, buka-tutup nya u-turn saat ini masih sesuai dengan kebutuhan pekerjaan di lapangan. Jadi ia mengharapkan masyarakat untuk tidak mengeluh dulu, karena kondisi jalan di bawah tol layang memang belum permanen.
“Sekarang kan masih sesuai perbaikan jalan yang di bawah. Bahkan sebenarnya kan kalau di kota-kota besar, U-turn itu setiap 1 sampai 2 kilometer. Jadi masyarakat diharapkan ndak mengeluh karena memang masih belum permanen,” jelasnya.
Arafah menambahkan, jika jalan tol layang sudah beroprasi, tidak ada tuntutan ataupun himbauan kepada masyarakat untuk menggunakan tol layang. Ia memgatakan semua itu tergantung masyarakat saja.
“Saya kira itu pilihan pengguna jalan saja. Kalau saya kan tol itu dibuat untuk kelancaran, jadi ya plihan tergantung pada pengguna,” sebutnya.
“Saya juga meminta disepanjang jalur Pettarani jangan nantinya ada yang parkir di bahu jalan,” tutup Arafah.(nug)
