MAKASSAR, BKM — Hujan deras dan angin kencang yang mengguyur Makassar dalam beberapa hari terakhir menyebabkan banjir di sejumlah kawasan. Wilayah yang menjadi langganan banjir kini mulai terendam dengan ketinggian air bervariasi.
Ada tiga titik banjir yang cukup parah saat ini di Makassar. Yakni di Kompleks Perumahan Kodam 3 Paccerakkang Daya, Blok 8 dan 10 Antang, serta di BTP Blok AF dan sekitarnya
Salah satu yang terparah adalah Blok 10 Antang, Kecamatan Manggala. Banjir di lokasi tersebut cukup tinggi, sebatas paha orang dewasa. Dan jika hujan deras terus terjadi, kemungkinan ketinggian air bisa terus naik.
Akibat banjir yang terjadi di wilayah tersebut, menurut Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar Khaeruddin, sebanyak 41 kepala keluarga mengungsi ke Masjid Jabal Nur pada Minggu (20/12). Mereka terdiri dari 89 laki-laki, 91 perempuan, 27 balita, tiga bayi dan lima lansia.
“Jumlah keseluruhan warga yang mengungsi sebanyak 180 jiwa. Mereka adalah warga RT 04 RW 11 Manggala,” ungkap Khaeruddin, kemarin.
Wilayah lain yang juga mengalami banjir cukup parah adalah Kompleks Kodam 3 dan Perumahan Bukkang Mata, Paccerakkang, Daya. Warga yang terdampak banjir mengungsi di Masjid Grand Rahmani.
Data terakhir, sebanyak 20 KK yang mengungsi. Sementara sisanya tetap tinggal di rumah masing-masing. “Tapi ada juga yang mengungsi ke keluarga dan tetangganya,” tambah Khaerul.
Personel Koramil 1408-11/Biringkanaya bersama jajarannya bersiaga membantu evakuasi warga di lokasi banjir Kelurahan Katimbang. Banjir diakibatkan meluapnya Sungai Biring Je’ne yang melintasi beberapa wilayah kelurahan tersebut.
Danramil 1408 11 Biringkanaya Mayor Kav Salahuddin Basir, menyebutkan bahwa di daerah ini banjir sering terjadi bila musim penghujan tiba. Untuk itu, tindakan antisipasi dan kesiapsiagaan personel Babinsa untuk berada di lokasi yang memang sudah dipetakan sebagai wilayah rawan banjir.
”Salah satu yang dilaksanakan adalah menyiagakan perahu karet dan lokasi tempat pengungsian dari BPBD Kota Makassar apabila banjir makin meluas. Selain itu, berkoordinasi dengan dinas terkait apabila terjadi hal-hal yang tidak terduga,” ujar Salahuddin Basir. Ia mengimbau kepada masyarakat agar selalu waspada kemungkinan datangnya banjir kiriman yang datang sewaktu-waktu.
Ketua RT 04 BTN Kodam 3 Kelurahan Katimbang Sertu Sofyan yang juga personel TNI Kodim 1408/BS menginisiasi mendirikan dapur umur darurat buat warganya. “Kami berinisiatif mendirikan dapur darurat ini untuk membantu warga sekitar, sambil tetap akan dilakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat untuk tetap siaga bencana alam, menjaga kesehatan, menjaga jarak, tetap menggunakan masker, sering cuci tangan, dan mematuhi imbauan pemerintah dalam penanganan covid-19,” ujarnya.
Sementara di BTP Blok AF, kendati terjadi genangan air, kondisi relatif aman terkendali. Ketinggian air paling setinggi paha orang dewasa. “Sudah dua hari ini dilakukan evakuasi warga yang terdampak banjir di titik-titik yang parah,” ungkap Khaeruddin.
Saat ini, tambah dia, BPBD bersama Damkar, PMI dan potensi SAR lainnya berada di lokasi banjir.
Persiapan yang dilakukan BPBD untuk mengantisipasi dan memberi pertolongan kepada warga adalah
dua unit perahu karet, satu mobil rescue, satu ambulans dan personel sebanyak 45 orang yang tergabung dalam Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD.
Waspada Pohon Tumbang
Prakirawan Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar Rizky Yudha, menyebutkan bahwa untuk wilayah Kota Makassar dan sekitarnya, khususnya kabupaten/kota yang berada di pesisir barat Sulsel, masih diprakirakan hujan dengan intensitas ringan-lebat yang dapat disertai angin kencang untuk satu pekan ke depan. Fenomena ini bisa menyebabkan genangan, banjir, pohon tumbang, jalan licin, hingga gelombang tinggi di perairan sekitar Sulsel.
“Kami ingatkan kepada warga agar waspada dampak hidrometeorologi dari hujan sedang-lebat yang disertai angin kencang seperti genangan, banjir, pohon tumbang, jalan licin serta gelombang tinggi di perairan sekitar Sulsel. Kondisi ini hampir merata di pesisir barat Sulsel,” ungkap Rizky Yudha.
Akibat cuaca buruk dan angin kencang yang terjadi, puluhan pohon juga tumbang. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar Mario Said menjelaskan, hingga kini tercatat 36 pohon yang tersebar di sejumlah wilayah Makassar, tumbang. Akibatnya, kata Mario, tercatat dua kendaraan mobil dan dua motor rusak berat akibat tertimpa pohon.
“Langkah-langkah yang sudah kami ambil adalah melakukan pemangkasan pohon-pohon, khususnya yang sudah tua dan berpotensi tumbang,” ujar Mario.
Selain itu, tambah dia, pihaknya menyiagakan lima tim, masing-masing tim terdiri dari 10 orang. Mereka stand by atau siaga 24 jam untuk melayani masyarakat yang melaporkan jika ada pohon tumbang.
“Bagi warga yang menemukan pohon tumbang dan butuh bantuan petugas, silakan hubungi call centre 112,” tandas Mario.
Dapur Umum Dinsos
Dinas Sosial Kota Makassar juga bergerak dengan mendirikan dapur umum. Kepala Dinas Sosial Mukhtar Tahir menjelaskan, pihaknya sudah menurunkan 30 tim di titik-titik banjir yang cukup parah. Telah didirikan satu unit dapur umum di Blok 8 untuk melayani logistik warga terdampak banjir di sana.
“Kami sudah membuat dapur umum di blok 8 Antang, pas di Masjid Al Muttaqin tadi siang (kemarin). Dapur umum itu untuk melayani beberapa titik banjir di sana,” ungkap Mukhtar saat dihubungi BKM, Minggu (20/12).
Dia melanjutkan, pihaknya juga berkoordinasi dengan aparat TNI-Polri serta Pemprov Sulsel untuk langkah penanganan banjir. Selain menyiapkan asupan makanan untuk para korban banjir, kata Mukhtar, pihaknya juga mempersiakan logistik berupa bahan pokok seperti beras, mie instan, ikan kaleng dan lainnya, jika nantinya banjir surut dan mereka kembali pulang ke rumah masing-masing.
Selain satu dapur umum yang didirikan Dinsos Makassar, Pemprov Sulsel juga menyiapkan satu unit dapur umum di Antang. (rhm-jun)
