MAKASSAR, BKM — Ketua Bidang Organisasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat Zulkifli Gani Ottoh menegaskan, wartawan yang baik adalah wartawan yang berkualitas, bermoralitas, dan berintegritas. Aktivitasnya di bidang jurnalistik belum bisa diakui oleh Dewan Pers bila tidak memiliki kartu Uji Kompetensi Wartawan (UKW).
”Untuk itu, wartawan harus mengikuti UKW yang tingkatannya mulai dari muda, madya, dan utama. Ini sangat penting. Sehingga perusahaan pers hendaknya mendorong wartawannya agar mengikuti UKW secara berjenjang,” kata Zugito –sapaan akrab Zulkifli Gani Ottoh– ketika membuka UKW Angkatan XX yang dilaksanakan PWI Sulsel bekerja sama Dewan Pers di Lantai 19 Gedung Graha Pena, Sabtu (19/12).
Mantan ketua PWI Sulsel ini mengingatkan pula bahwa kartu yang dimiliki usai mengikuti UKW tidak bersifat abadi. Melainkan dapat ditarik oleh Dewan Pers. Hal itu akan dilakukan bila wartawan pemegang kartu tersebut melakukan pelanggaran kode etik sesuai rekomendasi dari PWI.
”Jadi jangan berpikir kartu UKW yang dipegang bisa digunakan selamanya. Kalau ada yang melanggar kode etik dan direkomendasikan oleh PWI untuk dicabut, Dewan Pers bisa melakukannya. Untuk itu jadilah wartawan yang benar-benar profesional dalam melaksanakan tugas-tugas jurnalistik,” tandas Zugito.
UKW yang berlangsung hingga Minggu (20/12) ini diikuti 42 peserta dan dibagi ke dalam delapan kelas. Dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes) yang ketat, setiap kelas diisi peserta antara lima hingga enam orang. Satu orang penguji mengisi satu kelas. Mereka adalah Suwardi Tahir yang merupakan penguji asal Makassar, Fatturahman (Kalimantan Selatan), Zainal Helmi (Kalimantan Selatan), Ocktap Riady (Palembang), Sihono (Yogyakarta), Firdaus Komar (Palembang), Nizwar (Lampung), dan Emanuel Dewata Oja (Bali).
Selama UKW berlangsung, peserta diuji dengan berbagai materi. Mulai dari Kode Etik Jurnalistik (KEJ), Undang-Undang Pokok Pers, Pedoman Pemberitaan Ramah Anak (PPRD), cara membuat berita, menyunting berita, membuat tajuk, wawancara tatap muka dan cegat, hingga membangun jejaring.
Usai dua hari pelaksanaan ujian, UKW ditutup oleh Ketua PWI Sulsel H Agussalim Alwi Hamu. Dalam sambutannya di depan tim penguji serta peserta, ia memberikan apresiasi terhadap sukses dan lancarnya pelaksanaan uji kompetensi ini. Diapun berharap wartawan yang telah mengikuti ujian bisa benar-benar kompeten ketika melaksanakan kerja-kerja jurnalistiknya.
”Dalam UKW ini tidak ada istilah tidak lulus. Yang ada, kompeten dan tidak kompeten. Jadi bagi yang tidak kompeten, silakan ikut dalam UKW selanjutnya. Mudah-mudahan bisa berhasil,” tandasnya. (rus)
