PINRANG, BKM — Warga Desa Lero Pinrang geger. Seorang gadis setempat Rahmani (18) ditemukan tewas mengapung di empang milik warga, Sabtu (19/12) siang.
Menurut warga setempat yang menemukan jazad korban, Saharuddin mengatakan pada Jumat (18.12) sore korban meminta uang kepada bapaknya Rp 3.000 untuk jajan di toko dan pergi meninggalkan rumahnya. Malam hari keluarga korban mencari korban karena sampai tengah malam belum kembali ke rumah.
Pagi harinya keluarga korban melanjutkan pencarian dengan warga sekitar Dusun Adolang. Pukul 11.30 wita, salah seorang warga yang memancing Saharuddin, nelayan sekampung dengan korban tanpa sengaja melihat jasad seseorang mengapung di empang.
Seketika itu langsung menginformasikan pada warga bahwa ada seseorang yang terapung di Empang dan sudah meninggal dunia, saat itu juga warga mengevakuasi mayat tersebut dan keluarga korban membenarkan bahwa perempuan tersebut adalah Rahnani.
Kanitreskrim Polsek Suppa dan Kepala SPKT, Bhabinkamtibmas desa Lero, Babinsa Lero, anggota Reskrim serta anggota Satuan Polair Polres Pinrang dan Kepala Puskesmas Suppa mendatangi rumah korban untuk diperiksa kondisi korban.
Hasil visum media menyimpulkan mendapati luka di bagian mulut korban, namun keluarga korban tidak mempermasalahkan kematian korban karena menganggap kematian korban secara wajar kemudian dibuatkan surat pernyataan penolakan untuk dilakukan autopsi dan ditandatangani oleh bapak kandung korban.
Menurut orang tua korban Rahmani, jika korban memiliki riwayat gangguan jiwa, dan terakhir dirawat dirumah sakit Dadi Makassar pada tanggal 13 Oktober 2020 lalu. (ady/E)
Gadis Desa Tewas Mengapung
