Site icon Berita Kota Makassar

Pemkot Resmi Tutup Tempat Wisata

MAKASSAR,BKM– Pemkot Makassar bersama Forkopimda akan memasifkan pengawasan dan penjagaan untuk memastikan tak ada kerumunan dan perayaan saat Tahun Baru.
Hal itu dilakukan untuk mencegah merebaknya penularan covid-19 akibat perayaan pergantian tahun. Seperti diketahui, beberapa pekan terakhir, kenaikan jumlah penderita covid-19 cukup tinggi.
Jika pemerintah tidak melakukan intervensi dan menekan laju penyebarannya, maka tidak menutup kemungkinan Makassar yang saat ini sudah di posisi zona kuning, akan kembali masuk ke zona merah.
Secara khusus, Pj Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin mengeluarkan surat edaran terkait sejumlah pembatasan yang akan dilakukan.
Pemkot Makassar telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor: 003.02/431/S.Edar/Kesbangpol/XII/2020 terkait pelaksanaan kegiatan masyarakat dalam menyambut Natal dan Tahun Baru 2021 tertanggal 21 Desember 2020.
Dalam edaran tersebut, pemkot menutup sementara tempat wisata seperti Anjungan Pantai Losari, Lego-Lego, Kanrerong, kawasan Center Poin of Indonesia (CPI), Pantai Tanjung Bayam, Pantai Merdeka, Pantai Akkarena, dan Pantai Barombong.
“Tempat wisata itu kita tutup sementara mulai 24 Desember 2020 sampai 3 Januari 2021,” tegas Pj Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin, Senin (21/12).
Tidak hanya menutup tempat wisata, pemerintah juga melarang pesta kembang api. Seluruh camat dan lurah diimbau untuk tidak mengeluarkan surat izin keramaian dan melakukan pemetaan titik-titik rawan terjadinya perkumpulan di wilayah masing-masing.
Apalagi di malam pergantian tahun identik dengan pesta kembang api. Tidak hanya di fasilitas umum, tetapi juga di jalan-jalan protokol di Kota Makassar.
“Satgas covid juga kita minta untuk selalu memantau penerapan disiplin dan penegakan hukun protokol kesehatan,” papar dia.
Rudy menyebutkan semua tempat usaha seperti mal, cafe dan restoran hanya diperbolehkan beroperasi hingga pukul 19.00 Wita. Pembatasan itu mulai 24 Desember 2020 hingga 3 Januari 2021.
Pj Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin menjelaskan, agar warga sebaiknya tetap di rumah. Apalagi saat ini musim penghujan.
“Kalau tidak ada kegiatan yang perlu sebaiknya di rumah. Dan jika memang ingin keluar maka tolong patuhi protokol kesehatan,” katanya.
Rudy mengungkapkan, proses pengetatan ini bukan untuk menghambat perekonomian. Terutama di akhir tahun. Justru sebaliknya, Pemkot tengah berupaya agar perekonomian bisa stabil dan pandemi mampu dikendalikan.
“Kita berada di posisi itu. Dan tentu apa yang kami lakukan sangat ditentukan oleh aksi masyarakat. Jadi mari kita sama-sama menutup tahun ini dengan baik dan bijak,” pungkasnya.
Sekretaris Daerah Makassar, M Ansar juga mengimbau seluruh masyarakat untuk tidak mengajak keluarga dari luar kota merayakan pesta kembang api. Apalagi saat ini kasus terkonfirmasi positif di Kota Makassar cukup tinggi.
“Kita juga akan sampaikan kepada bupati/wali kota untuk melarang warganya masuk ke Kota Makassar,” ujar Ansar.
Kepala Bidang Operasional Satpol PP Kota Makassar, Pagar Alam mengatakan tiga hari sebelum malam pergantian tahun seluruh tempat wisata sudah harus disterilkan.
Sebanyak satu pleton personel Satpol PP dikerahkan untuk mengawasi pergerakan orang di kawasan tersebut.
“H-3 kita sudah mulai patroli. Kalau sekarang dibuka sampai jam 10 malam, nanti ditutup full,” ucap Pagar.
Tidak hanya itu, seluruh tempat usaha khususnya hotel, restoran dan cafe yang tidak pernah absen membuat hiburan menyambut malam pergantian tahun juga sudah diberi surat peringatan.
Pengawasan ekstra ketat bakal dilakukan. Jika melanggar siap-siap kena sanksi.
“Langsung di sanksi karena kita sudah menyurat ke hotel dan tempat hiburan untuk tidak boleh ada aktivitas di malam tahun baru,” tutur dia. (rhm)

Exit mobile version