MAKASSAR, BKM — Seluruh Polsek di Kota Makassar diminta sigap terjun ke lokasi banjir atau daerah yang terdampak dari cuaca ekstrem. Polsek juga harus berkoordinasi kepada pihak kecamatan sampai ke Rukun Tetangga (RT). Terutama untuk proses evakuasi di lokasi banjir yang terjadi di sejumlah titik di Makassar.
Tidak hanya itu, sarana dalam proses evakuasi juga disediakan guna melakukan proses evakuas. Sekaligus laporan terkait kondisi cuaca serta suasana di lokasi dilaporkan langsung ke kepala Kepolisian Resor Besar Makassar (Kapolrestabes) Makassar.
Penegasan Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Witnu Urip Laksana, langsung ditindaklanjuti Kepala Bagian Operasional Polrestabes Makassar, AKBP Anwar Danu. Bersama para Kapolsek dan personel Polrestabes Makassar, AKBP Anwar Danu dengan sigap terjun langsung ke lokasi titik banjir.
AKBP Anwar Danu mengungkapkan, ada beberapa titik lokasi rawan banjir yang kerap terjadi di Makassar tiap musim penghujan. Di lokasi tersebut dengan cepat personel Polrestabes Makassar dan Polsek terjun ke lokasi untuk melaporkan kondisi terkini.
”Seluruh Polsek terjun langsung ke wilayahnya yang mengalami banjir. Polsek juga melengkapi sarana prasarana proses evakuasi seperti, perahu, pelampung tenda darurat serta berkoordinasi dengan pihak Kecamatan sampai RT. Ketika berada di lokasi diminta melaporkan perkembangan kondisi. Kalau misalnya ada sarana evakuasi yang kurang seperti perahu maka dengan cepat kami membuat alat sederhana yakni perahu rakitan,” kata AKBP Anwar Danu, Senin (21/12).
Pihaknya terjun langsung ke lokasi titik rawan banjir di Makassar sembari mencatatnya kemudian melaporkan ke Kapolrestabes Makassar.
”Ada beberapa titik lokasi rawan banjir di Makassar saat volume air hujan cukup tinggi bersamaan pasang yang telah kami catat bersama Kapolsek. Lokasi rawan banjir tersebut menjadi perhatian serius kami untuk sigap melakukan proses evakuasi kemudian melaporkan ke pucuk pimpinan kami,” katanya.
Perwira dua bunga melati di pundaknya ini menyebutkan, lokasi rawan banjir di Makassar, masing-masing di wilayah Biringkanaya, Tamalanrea, Manggala, Rappocini, Tamalate, dan Panakkukang.
”Dari enam wilayah kecamatan, di wilayahnya itu menjadi langganan banjir tiap musim penghujan. Di antara enam kecamatan, ada tiga Kecamatan yakni Kecamatan Biringkanaya, Tamalanrea, Manggala. Itu volume airnya kala hujan deras genangan air cukup tinggi,” pungkasnya. (ish)
Seluruh Polsek Diminta Sigap Evakuasi Warga
