TAKALAR, BKM–Periode kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Takalar Syamsari Kitta – H Ahmad Daeng Se’re akan berahir pada 2022 mendatang.
Apakah keduanya kembali akan maju berpasangan atau akan saling berhadapan. Ada yang menilai jika peluang keduanya akan saling berhadapan lebih besar dibandingkan jika keduanya akan kembali maju berpasangan.
Hal ini didasari kurang harmonisnya Syamsari Kitta dengan Daeng Sere dalam berbagai hal, termasuk dalam mengambil keputusan terkait mutasi pejabat dalam lingkup Pemkab Takalar.
Jika keduanya tetap maju sebagai calon bupati maka tak heran jika banyak nama bermunculan yang disebut layak berkontestasi di pilbup Takalar.
Selain Syamsari Kitta yang kini menjabat sebagai Ketua DPW Partai Gelora Sulsel dan Daeng Se’re yang merupakan politisi Partai Nasdem, terdapat nama politisi, birokrat, akademisi, praktisi dan lainnya yang mulai disebut. Mereka diantaranya legislator Golkar Sulsel Fachruddin Rangga, legislator Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sulsel Hengky Yasin, politisi Demokrat Ikrar Kamaruddin, politisi PDIP Natsir Ibrahim, politisi PKS
Mallarangang Tutu, Ketua KPU Sulsel Faisal Amir, Satuhang Dg Se’re, Akbar Nuhung, Sirajuddin Sese, Indar Jaya,
Muhammad Jais, Muh Jabir Bonto, Hasanuddin Tisi, Indira Chunda Thita SYL, Andi Noer Zaelan, Hairil Anwar, Ahmad Jaiz dan Hj Erny Halera.
Fachruddin Rangga maupun Hengki Yasin yang dimintai tanggapannya soal namanya banyak disebut akan berpasangan menjawab dengan singkat, “Sukurmi itu,”jelas Rangga Senin (28/12).
Daeng Se’re juga berkomentar pendek soal diriny akan akan maju sebagai calon bupati. “Insya Allah ndi,jelas mantan anggota Fraksi PPP DPR RI ini.
Terpisah, Satuhang Daeng Se’re juga tak masalah jik ada yang mengajukan namanya. “Kalau diberi amanah, tentu kami siap,”jelas Satuhang yang pernah tercatat sebagai caleg DPR RI dari PAN ini. (rif)
Calon Penantang Syamsari Semakin Bertambah
