BANTAENG, BKM — Butiran air mata kesedihan menetes di pipi Roa bin Golo (37), warga Pa’lingang, Desa Borong Loe, Kecamatan Pa’jukukang. Betapa tidak, putri ketiga yang dinantikan terlahir ke dunia meninggal di dalam kandungan gegara diduga terlambat ditangani di RSUD Prof Anwar Makkatutu Bantaeng.
Roa menuturkan, bayinya diharapkan menjadi pelipur lara keluarga kecilnya. Karena putri pertamanya yang sudah berumah tangga selama tiga tahun meninggal sebelum memberikan cucu kepadanya.
Dengan berurai air mata, Roa memaparkan, setelah isterinya memasuki ambang melahirkan, dia membonceng isterinya, Irawati binti Tansi (29) menuju rumah bidan desanya.
Setelah diperiksa, bidan menelpon ambulance untuk mengantar Ira menuju rumah sakit, Jumat (25/12). Karena rumah sakit memberlakukan pembatasan keluarga pasien, Roa tidak ikut mendampingi isterinya.
Sayangnya, kata Roa, selama dua malam berada di rumah sakit, isteri saya belum dioperasi. Nanti, kata dia, datang bidan desanya marah-marah, barulah isterinya dibawa masuk kamar operasi pada hari ketiga, Senin (29/12), pukul 18.00 wita.
Selanjutnya, masih Roa, pukul 20.00 wita Roa dipanggil di RS untuk mengambil jenazah bayinya dan langsung membawa ke rumah duka untuk dimakamkan.
Kepala Bidang Pelayanan Medik, dr Hikmawaty, dikonfirmasi, Selasa (29/12), membantah bahwa tidak benar terlambat dilayani.
Selama dua hari keberadaan Ira, tim medis melakukan observasi untuk mengetahui kondisi ibu dan anak tersebut.
Dikemukakan Hikma, pihaknya sudah mengupayakan agar Ira melahirkan secara normal. Namun hasil pemeriksaan medis, diketahui ada gawat janin.
Sehingga, kata dia, bayinya tidak bisa diselamatkan. “Ada gawat janin. Gawat janin ini terjadi karena proses persalinan yang lama”, pungkasnya. (wam/C)
Telat Ditangani Bayi itu Meninggal Dunia
