Site icon Berita Kota Makassar

Dinkes Data Penerima Vaksin

MAKASSAR, BKM — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Makassar saat ini tengah melakukan pendataan untuk pelaksanaan vaksinasi covid-19 secara serentak. Semua sumber daya manusia di fasilitas layanan kesehatan (fasyankes) dilibatkan.
”Sementara pendataan lewat sistem untuk semua SDM kesehatan di fasyankes,” ujar Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinas Kesehatan Kota Makassar dr Nursaidah Sirajuddin.
Penjabat Wali Kota Makassar Rudy Djamaluddin menjamin vaksin covid-19 aman digunakan. Menjawab keraguan masyarakat, dirinya menyatakan siap disuntik terlebih dahulu sebelum dilakukan secara massal.
“Bapak Presiden sudah menyampaikan, beliau salah satu orang pertama yang divaksin. Kita pasti akan mengikuti arahan pusat,” kata Rudy belum lama ini.
Ia menjelaskan, vaksinasi covid-19 digunakan untuk memutus rantai penularan. Olehnya, sangat dibutuhkan kesadaran masyarakat.
“Sebagaimana imbauan dari pemerintah pusat, bahwa vaksin adalah salah satu cara kita tidak tertular oleh covid. Tentu orang tertular covid, ada potensi menjadi tambah parah dan mengancam jiwa,” jelasnya.
Pemkot menyebut orang yang prioritas penerima vaksin. Sesuai arahan pusat seperti para tenaga kesehatan sebagai garda terdepan melawan Covid-19. “Ini juga ada skala prioritas. Divaksin yang paling rentan,” tambahnya.
Lebih lanjut, Rudy menyebut keberadaan vaksin sangat penting dalam mengendalikan pandemi. Namun, perlu disadari butuh waktu untuk itu. Karenanya, dia meminta masyarakat untuk terus menerapkan protokol kesehatan seperti disiplin memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.
Diketahui, Kementerian Kesehatan telah menyiapkan tata cara pelaksanaan vaksinasi. Tahap pertama dimulai Januari sampai April 2021. Saat ini total terdapat 3 juta dosis vaksin Sinovac yang telah dimiliki oleh Indonesia.

Tambah Hotel Karantina

Gubernur Sulsel HM Nurdin Abdullah melakukan konsolidasi dengan dinas dan rumah sakit dalam mengantisipasi peningkatan pasien covid-19. Khususnya terkait kapasitas tempat tidur, ruang isolasi, duta covid-19 serta langkah-langkah pencegahan.
“Pemeriksaan spesimen (covid-19) kita terus naik dua kali lipat. Memang perkembangan kasus juga sangat signifikan kenaikannya. Tentu yang pertama kami ingin mendengar sejauh mana kesiapan kita menghadapi kondisi ini. Terutama urusan rumah sakit yang menjadi penyangga utama maupun rumah sakit penyangga lain,” kata Nurdin di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, kemarin.
Nurdin menyampaikan strategi di awal saat covid-19 ada di Sulsel, penanganan pasien dikategorikan antara yang bergejala dan tidak bergejala. “Oleh karena itu, kami dari awal covid-19 kita sudah berbagi yang OTG kita rawat di hotel melalui wisata covid. Yang ada komorbid kita masukan ke rumah sakit. Namun, saya lihat terakhir ini, semua yang positif mengarah ke rumah sakit. Makanya perlu edukasi dan sosialisasi lebih gencar lagi, ditambah strategi kita,” terangnya.
Mengantisipasi lonjakan dan terjadinya puncak kasus, lanjut Nurdin, pemerintah akan menambah kapasitas tempat tidur isolasi rumah sakit. Termasuk penambahan hotel karantina. Termasuk di kabupaten/kota.
“Sebenarnya hotel-hotel kita sama dengan rumah sakit darurat. Karena sudah ada tenaga medis, serta obat-obatan yang beragam,” jelasnya.
Kepala Dinas Kesehatan Sulsel Muhammad Ichsan Mustari menyebutkan, penguatan manajemen juga diperlukan. Termasuk sistem rujukan pasien. Demikian juga memanfaatkan 1.000 tokoh lintas agama. Mereka didorong untuk mengedukasi masyarakat menerapkan protokol kesehatan.
Ia menambahkan, rujukan ke Makassar dalam dua hari terakhir sudah mulai berkurang. Sebab rumah sakit kabupaten/kota diaktifkan untuk penanganan covid-19. Adapun okupansi rumah sakit sebesar 67-68 persen.
“Penguatan dengan penambahan kapasitas rumah sakit. Ditambahkan tempat tidur dari bantuan Jepang,” tandasnya.
Hal lain disampaikan, bahwa vaksinasi akan dilakuakn 14 Januari 2020 di Sulsel. Ini serentak Indonesia untuk tenaga kesehatan.
Juru bicara Satgas Covid-19 Sulsel Husni Thamrin, menjelaskan bahwa pasien covid-19 yang sementara dirawat di rumah sakit dan sudah tanpa gejala namun masih berstatus positif Covid-19, direncanakan untuk dipindahkan ke hotel duta wisata covid-19.
“Hal ini untuk mengurangi beban rumah sakit dan betul-betul merawat yang gejala berat dan kritis. Sehingga pembukaan hotel masih dibutuhkan untuk menampung yang sudah dinyatakan sembuh dari gejala,” jelasnya.
Ketua Tim Konsultan COVID-19 Sulsel Prof Ridwan Amiruddin, memaparkan bahwa secara global untuk di kawasan Eropa sudah masuk serangan gelombang kedua dengan varian baru. Di kawasan Asia, varian lama telah menurun. Tetapi di Indonesia masih mengalami peningkatan. Positivity rate Covid-19 Indonesia berada di angka 20 persen. Sementara Sulsel di angka 15-17 persen.
Diakui, program Duta Covid-19 memberikan kontribusi dalam mengurangi jumlah orang dirawat di rumah sakit. Ini juga menekan jumlah kematian pasien covid-19. Adapun angka tertinggi kematian pasien covid-19 di Sulsel 2,5 persen.
“Pada saat provinsi lain kematiannya 7 persen, Sulsel 1,9 persen. Jadi luar biasa kontribusi Duta Covid-19 terhadap menekan pasien masuk ke rumah sakit. Jadi yang masuk ke rumah sakit memang yang bergejala berat dan kritis,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan bahwa angka testing covid-19 di Sulsel di atas direkomendasikan WHO. Namun, ia menekankan perlunya tracing contact dilakukan lebih luas dan besar lagi.
“Kita bisa lihat, bagaimana Singapura mengontrol kasus barunya adalah dengan semua tracing contact dan strain baru. Semua orang kontaknya dia tracing. Sehingga tidak terjadi kasus baru. Ini juga kita lakukan di Sulsel dengan penguatan tracing,” tandasnya.
Koordinator Wisata Duta Covid-19 Sulsel Husni Thamrin, memaparkan jumlah pasien sembuh hingga akhir tahun 2020 sebanyak 7.871 pasien. Mereka telah menjalani karantina hingga bisa sembuh.
“Alhamdulillah, tercatat pasien yang menjalani karantina melaluioprogram Wisata Duta Covid-19 sebanyak 7.871 pasien. Semua sembuh dan sehat,” kata Husni.
Menurutnya, jumlah peserta yang masih ditangani 628 orang. Terdiri dari 286 orang laki-laki dan 342 orang perempuan.
Sementara hotel yang digunakan karantina, yakni Hotel Swiss Bell 188 pasien, Kamanre Palopo 29 pasien, Grand Imawan 131 pasien, Lynt 98 pasien, Kenari 71 pasien, Yasmin 54 pasien, Agraha 57 pasien.
Ia berharap Karantina terpusat bukan hanya sekadar memutuskan mata rantai penyebaran virus corona. Bagi yang terkonfirmasi positif mestinya melakukan isolasi mandiri atau mengikuti program Pemprov Sulsel isolasi di hotel untuk menghindari penyebaran. (rhm-nug)

Exit mobile version